alexametrics

Tunjangan 10 Ribu Guru Swasta Kota Surabaya Masih Macet

25 November 2021, 17:30:50 WIB

JawaPos.com–Tunjangan untuk guru swasta di Kota Surabaya masih belum tuntas. Berdasar data Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP Swasta Erwin Darmogo, terdapat 10 ribu guru swasta yang terdaftar di Surabaya.

”Tunjangan profesi guru (TPG) masih kurang untuk triwulan keempat,” terang Erwin pada Kamis (25/11).

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti menyebut, TPG belum juga dibayarkan sejak September. Dari catatannya, sejak September, tunjangan untuk guru swasta tersebut tidak lagi diberikan ke guru yang berhak.

”Karenanya, saya berharap tunjangan perbaikan penghasilan kembali dicairkan. Sebab bagaimanapun juga, tambahan dari APBD untuk guru swasta ini sangat membantu,” papar Reni.

Menurut dia, hingga saat ini, masih banyak penghasilan guru utamanya di sekolah swasta yang jauh di bawah UMR. Sehingga, harus menjadi perhatian pada momen Hari Guru Nasional (HGN) 2021.

Politikus PKS itu mendorong pemkot menyiapkan upaya dan langkah-langkah strategis dalam rangka meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Lebih khusus guru-guru swasta.

Dia menjelaskan, tunjangan perbaikan penghasilan Rp 1 juta pun sebenarnya belum menjamin penghasilan guru minimal UMR. Apalagi jika selama ini tidak dicairkan.

”Perlu disiapkan kebijakan pemkot agar bagaimana kemudian penghasilan guru jangan sampai di bawah UMR. Harus ada upaya solutif agar nasib guru di Kota Surabaya semakin sejahtera baik guru negeri maupun guru swasta,” terang Reni.

Dia menyebut, beberapa tahun lalu terdapat kebijakan terkait perbaikan penghasilan guru swasta. Meski pandemi, anggaran pendidikan harus terus jalan.

”Semestinya guru swasta yang belum mendapat tunjangan sertifikasi dan dengan kriteria tertentu memperoleh bantuan tunjangan perbaikan penghasilan dari APBD Surabaya. Namun berbulan-bulan macet, tolong perhatikan kesejahteraan guru,” ucap Reni.

Nominal yang akan diterima dari TPG senilai Rp 1 juta per bulan. ”Di samping itu terdapat tunjangan fungsional guru sebesar Rp 300 ribu yang saat ini juga macet,” papar Reni.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika




Close Ads