
Photo
JawaPos.com- Persiapan uji klinis vaksin Merah Putih platform Universitas Airlangga (Unair) kian matang. Selain menyiapkan piloting vaksin berbasis inactivated virus, pendaftar relawan uji klinis vaksin Merah Putih platform Unair cukup tinggi.
Rektor Unair Prof Mohammad Nasih mengatakan, saat ini PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia tengah menyiapkan piloting vaksin Merah Putih platform Unair. Jika hasilnya sudah ada, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin untuk pelaksanaan uji klinis. ”Baru kita jalan untuk uji klinis,” katanya.
Nasih menuturkan, PT Biotis membutuhkan waktu yang cukup untuk mempersiapkan produksi vaksin skala piloting. Mereka harus melakukan optimalisasi vaksin hingga produksi skala pilot untuk uji klinis. ”Sudah kami siapkan, semoga awal Desember sudah bisa dimulai uji klinis,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia FX Sudirman menargetkan pada Mei–Juli dapat memperoleh emergency use authorization (EUA) dari BPOM. Dengan begitu, dapat dilanjutkan untuk produksi massal. Vaksin tersebut untuk booster, anak-anak, atau masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.
Nasih menambahkan, pendaftaran relawan sebagai subjek uji klinis vaksin Merah Putih platform Unair sudah dibuka. Hingga saat ini, antusiasme masyarakat mendaftar sebagai relawan tinggi. ’’Peminatnya sangat luar biasa. Setidaknya untuk kebutuhan subjek uji klinis tahap I dan II sudah terpenuhi. Relawan sudah diskrining sesuai syarat yang dibutuhkan menjadi subjek uji klinis,” jelasnya.
Pendaftaran relawan uji klinis vaksin Merah Putih platform Unair, lanjut dia, masih dibuka hingga sekarang. Unair membuka seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin menjadi relawan uji klinis. Sebab, kebutuhan relawan tidak hanya untuk uji klinis tahap I dan II, tetapi juga tahap III yang membutuhkan subjek sangat besar.
”Tidak semua yang mendaftar memenuhi syarat. Mereka harus lolos skrining sesuai dengan yang dibutuhkan,” katanya.
Nasih berharap, uji klinis tahap I dapat dimulai sejak awal Desember. Kemudian, setelah dua minggu berjalan dilanjutkan uji klinis tahap II. ”Lalu, tahap ketiga uji klinis,” ujarnya.
Uji klinis dilaksanakan oleh tim RSUD dr Soetomo. Pada fase I akan menggunakan 100 partisipan sebagai sampel yang bakal terbagi enam grup (kelompok). Kemudian, pada fase II akan menggunakan 400 partisipan yang dibagi menjadi empat grup. Lalu, fase 3 bakal membutuhkan 4.000–6.000 partisipan. Partisipan uji klinis difokuskan untuk usia di atas 18 tahun.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
