Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 November 2021 | 02.56 WIB

Luar Biasa, Antusiasme Relawan Vaksin Merah Putih

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Persiapan uji klinis vaksin Merah Putih platform Universitas Airlangga (Unair) kian matang. Selain menyiapkan piloting vaksin berbasis inactivated virus, pendaftar relawan uji klinis vaksin Merah Putih platform Unair cukup tinggi.

Rektor Unair Prof Mohammad Nasih mengatakan, saat ini PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia tengah menyiapkan piloting vaksin Merah Putih platform Unair. Jika hasilnya sudah ada, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin untuk pelaksanaan uji klinis. ”Baru kita jalan untuk uji klinis,” katanya.

Nasih menuturkan, PT Biotis membutuhkan waktu yang cukup untuk mempersiapkan produksi vaksin skala piloting. Mereka harus melakukan optimalisasi vaksin hingga produksi skala pilot untuk uji klinis. ”Sudah kami siapkan, semoga awal Desember sudah bisa dimulai uji klinis,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia FX Sudirman menargetkan pada Mei–Juli dapat memperoleh emergency use authorization (EUA) dari BPOM. Dengan begitu, dapat dilanjutkan untuk produksi massal. Vaksin tersebut untuk booster, anak-anak, atau masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.

Nasih menambahkan, pendaftaran relawan sebagai subjek uji klinis vaksin Merah Putih platform Unair sudah dibuka. Hingga saat ini, antusiasme masyarakat mendaftar sebagai relawan tinggi. ’’Peminatnya sangat luar biasa. Setidaknya untuk kebutuhan subjek uji klinis tahap I dan II sudah terpenuhi. Relawan sudah diskrining sesuai syarat yang dibutuhkan menjadi subjek uji klinis,” jelasnya.

Pendaftaran relawan uji klinis vaksin Merah Putih platform Unair, lanjut dia, masih dibuka hingga sekarang. Unair membuka seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin menjadi relawan uji klinis. Sebab, kebutuhan relawan tidak hanya untuk uji klinis tahap I dan II, tetapi juga tahap III yang membutuhkan subjek sangat besar.

”Tidak semua yang mendaftar memenuhi syarat. Mereka harus lolos skrining sesuai dengan yang dibutuhkan,” katanya.

Nasih berharap, uji klinis tahap I dapat dimulai sejak awal Desember. Kemudian, setelah dua minggu berjalan dilanjutkan uji klinis tahap II. ”Lalu, tahap ketiga uji klinis,” ujarnya.

Uji klinis dilaksanakan oleh tim RSUD dr Soetomo. Pada fase I akan menggunakan 100 partisipan sebagai sampel yang bakal terbagi enam grup (kelompok). Kemudian, pada fase II akan menggunakan 400 partisipan yang dibagi menjadi empat grup. Lalu, fase 3 bakal membutuhkan 4.000–6.000 partisipan. Partisipan uji klinis difokuskan untuk usia di atas 18 tahun.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore