
Photo
JawaPos.com- Imbas proyek betonisasi, Jalan Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, akan ditutup total. Pengendara dialihkan lewat Jalan Desa Pepe. Penutupan tersebut berlangsung sampai Desember mendatang sesuai dengan target penyelesaian perbaikan jalan.
Penutupan jalan dimulai dari depan Perumahan Putri Juanda, Desa Kwangsan, sampai perempatan masjid besar Kwangsan. Panjang jalan yang tutup sepanjang 950 meter sesuai panjang pengerjaan proyek betonisasi. Sebelumnya, jalan tersebut kerap rusak parah. Banyak lubang. Pemkab Sidoarjo pun membetonnya dengan lebar 6 meter.
”Ditutup total agar pengerjaannya bisa semakin cepat, yang penting pengendara masih bisa lewat jalan alternatif lainnya,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Pemkab Sidoarjo Sigit Setyawan.
Namun, untuk proyek pembangunan jalan lain yang hanya satu-satunya akses, tidak sampai ditutup total. ”Misalnya, betonisasi di Jalan Buncitan dikerjakannya setengah jalan dulu karena tidak ada alternatif atau akses lain,” kata Sigit.
Pada tahun ini, ada sebanyak 35 paket peningkatan jalan. Tahap pertama yang dikerjakan ada 19 paket. Perinciannya, sebanyak 13 jalan dibeton dan 6 jalan sisanya diaspal. Sementara itu, untuk 16 paket lainnya masih proses akhir lelang. Namun, dia optimistis Desember rampung semuanya. Karena itu, saat ini masih ada jalan yang rusak parah. Misalnya, Jalan Sukolegok, Kecamatan Sukodono. ”Karena perbaikannya belum dimulai, tapi segera dimulai,” kata Sigit.
Sigit menyatakan, tidak semua jalan yang rusak bisa diperbaiki pada tahun ini. Contohnya, Jalan Sukolegok tersebut. Jika dihitung dari Balai Desa Sukolegok sampai masuk Desa Panjunan Sukodono, total panjang jalan mencapai 3 kilometer. Sekitar 2,5 kilometer dari jalan itu rusak. Namun, pada tahun ini hanya dibeton sepanjang 400 meter di sana. Sisanya, dilanjutkan tahun depan.
Tahun depan, menurut dia, perbaikan dilakukan dengan skala besar. ”Kalau tahun ini kan kecil-kecil, hanya sekitar 1 kilometer, bahkan ada yang 300 meter,” katanya. Karena itu, perbaikan jalan yang rusak belum bisa tuntas 100 persen. Tahun depan, pengerjaan dalam satu paket jalan bisa sekaligus sepanjang 5 kilometer. ”Tidak 1 kilometeran lagi. Baik berupa betonisasi maupun pengaspalan,’’ lanjutnya.
Sigit menambahkan, pihaknya akan memilah mana yang harus dibeton dan cukup diaspal. Bila jalan aspal yang sudah rusak dan kondisinya banjir saat hujan, maka mutlak dibeton. ”Karena kita ingin dalam kurun 20 tahun ke depan, tidak memikirkan pemeliharaan lagi kalau dibeton,” tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
