
Wakil Wali Kota Armuji meninjau pencemaran di Sungai Tambak Wedi. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya akhirnya bertindak terkait pencemaran Sungai Tambak Wedi hingga menimbulkan gulungan busa seperti salju. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meninjau langsung bantaran sungai pada Rabu (24/3). Di sana, dia melihat kondisi sungai yang masih dihiasi sejumlah gulungan busa.
”Kami akan mengantisipasi pencemaran. Itu kan karena pompa air ada pengendapan lumpur karena ada limbah cair yang tercampur. Ada pengendapan juga. Jadi akan dikeruk,” tutur Armuji.
Pengerukan itu tidak hanya dilakukan di Sungai Tambak Wedi, juga di seluruh sungai di Surabaya. Misalnya, sungai di wilayah Wonorejo.
”Ini kan bahaya karena pencemaran lingkungan. Ini juga bau, nggak nyaman buat penduduk. Perlu diatasi seksama dan cepat,” ucap Armuji.
Antisipasi yang dilakukan adalah melakukan imbauan kepada RT/RW. Imbauan itu, untuk mencegah warga membuang limbah ke sungai.
”Kami akan melibatkan RT/RW memberi pengertian. Kalau buang limbah di sungai bahaya,” ujar Armuji.
Armuji juga menyinggung soal instalasi pembuangan air limbah (IPAL) komunal. Menurut dia, di wilayah Sungai Tambak Wedi tidak ada IPAL komunal.
”Akan kita buat kalau ada lahan,” tutur Armuji.
Sementara itu, Kasi Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Ulfiani Ekasari mengungkapkan, pihaknya sedang menggiatkan IPAL Komunal dan IPAL terpusat. Sebab, pencemaran sungai tersebut berasal dari limbah rumah tangga.
”Selama pandemi, pemakaian detergen dan alat pembersih kamar mandi juga banyak. Sehingga ada busa. seperti sampah organik, detergen, klorin, itu menurunkan permukaan air, ada pengendapan,” terang Ulfiani.
Saat ini, sudah ada 200 IPAL komunal yang tersebar di seluruh Surabaya. Sebagai langkah tambahan sekaligus langkah antisipasi, pihaknya akan memasang IPAL terpusat.
”Di Surabaya ada 200 IPAL komunal yang sudah terpasang di rumah tangga. Bila ditambah dengan IPAL terpusat, pencemaran bisa teratasi lebih cepat. Butuh dana dan dukungan masyarakat,” ucap Ulfiani.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/LjG-uukfYOg

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
