
PERLU REKOMENDASI: Semakin hari penumpang yang memilih TOW semakin sedikit. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com – Keresahan sejumlah pemilik kios akibat sepinya pengunjung di Terminal Osowilangun (TOW) belum reda. Sepinya penumpang itu berimbas langsung pada omzet penjualan. Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Warung dan Toko (Perwato) TOW Mulyono kemarin. Dia mengatakan, sejatinya sejumlah rekomendasi sudah dikeluarkan Ombudsman pada 2013 lalu. Salah satu poinnya mengenai pemindahan trayek sebagian bus dari Purabaya ke Osowilangun maupun sebaliknya.
Namun, jumlah bus yang dipindah di dua terminal itu berbeda. ”Ada 256 bus dari Purabaya ke TOW. Bus yang asalnya dari TOW ke Purabaya sekitar 16 unit,” katanya. Trayeknya tujuan Bojonegoro dan Tuban. Namun, dia mengungkapkan bahwa rekomendasi itu tidak berjalan hingga saat ini. Hanya pemindahan trayek dari TOW ke Purabaya yang sudah berlangsung. Kondisi tersebut membuat jumlah penumpang yang datang ke TOW menurun.
Imbasnya pun menimpa 33 pedagang yang berjualan di sana. Omzet mereka menurun 60–70 persen. Jika keadaan itu dibiarkan, tak menutup kemungkinan mereka bakal gulung tikar. Berbagai cara dan solusi ditempuh agar pendapatan pemilik kios dan jumlah penumpang tidak menurun. Salah satunya, pemindahan trayek tersebut. Pihaknya pun mengaku sudah berkirim surat ke gubernur Jawa Timur agar persoalan itu bisa ditangani.
Sementara itu, Kabid Koordinator Tata Terminal TOW Hery Isbianto menuturkan, memang bakal diberi trayek untuk segala jurusan seperti di Terminal Purabaya. Bahkan, TOW sempat diisi dengan trayek jurusan Solo, Trenggalek, hingga Madura. Tetapi, karena penumpang sepi, biaya opersional pemilik PO pun membengkak. ”Akhirnya enggak sampai. Karena memang sepi penumpang. Banyak biaya yang harus dikeluarkan,” ujarnya. Jumlah penumpang di TOW sejatinya memang mengalami penurunan. Namun, itu tidak hanya terjadi di TOW. Terminal lain mengalami kondisi serupa.
Dia menjelaskan bahwa banyak faktor yang membuat jumlah penumpang berkurang. Salah satunya, akses. Tidak bisa dipungkiri, akses di Terminal Purabaya lebih efisien. Interkoneksi antarmoda pun sangat baik. Sementara itu, interkoneksi antarmoda di TOW belum efisien. Penumpang terkadang masih perlu oper jurusan. Kalau ke Purabaya, penumpang tidak perlu oper. Sebab, tujuan akhirnya langsung Terminal Purabaya.
Menurunnya jumlah penumpang, menurut pemilik kios, menjadi penyebab pendapatan ikut menurun.
---
Permintaan Pedagang TOW
- Saran ombudsman pusat dilaksanakan. Yaitu, 256 unit bus harus masuk ke TOW. Kalau tidak mau, dikembalikan ke asal. Artinya, tidak ada lagi pemindahan, baik dari TOW maupun Purabaya.
- Ombudsman diminta konsisten dengan sarannya. Kalau tidak jalan, harus ada rekomendasi lain yang bisa dibuat.
- Permintaan berkurang, pengeluaran bertambah. Sekitar 60–70 persen omzet pedagang menurun sejak 2013. Ingin segera ada pembenahan dan solusi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
