alexametrics
Urban Mystery

Mereka secara Misterius Kehilangan Arah dan Tersesat dalam Perjalanan

22 November 2020, 20:48:30 WIB

Di masa kini, semuanya seakan bisa diselesaikan dengan teknologi. Tapi, pengalaman Hatna Danarda menunjukkan ada hal-hal yang tak bisa dijangkau logika dan teknologi.

PRIA yang akrab disapa Arda itu bercerita, pekan lalu dia bersama ayah dan kakaknya hendak menuju Randu Blatung, desa di Blora, Jawa Tengah. ”Berangkat dari Madiun sekitar jam 10 pagi,” ujar suami Tantri Kotak itu saat dihubungi Jumat siang (20/11).

Dalam perjalanan, pria yang juga vokalis band Naff tersebut menyalakan GPS sebagai pemandu. Ayah Arda sempat menyarankan untuk menempuh jalur yang dia ketahui. Namun, Arda yakin GPS bisa mempercepat perjalanan. Sang ayah mengalah meski, kata Arda, ingatan pria 73 tahun itu masih tajam. ”Menurut GPS, jarak kami cuma 1 jam 40 menit, sedangkan menurut bapak jaraknya sekitar 2,5 jam,” papar Arda.

Awalnya, semua berjalan lancar. Namun, makin lama, jalan yang ditempuh semakin sepi. Jalan aspal berubah menjadi jalan setapak tanah. ”Lah, ini nyasarnya tiba-tiba masuk ke hutan,” ujar Arda.

Arda sempat mengira GPS-nya mengalami gangguan teknis. Namun, ternyata tidak. Sebelumnya, mereka sempat bertemu beberapa orang yang memberikan arah. Tapi, rombongan Arda tetap tersesat di hutan. ”Pas itu sekitar jam 11 siang, tapi hutannya itu termasuk gelap. Situasinya kayak sore menjelang magrib,” ujar Arda.

Bukan hal yang mudah untuk bisa mengemudikan mobil di hutan. Selain kondisi jalanan yang tidak lebar, sinyal ponsel tak ada dan GPS mati total. Arda, sang ayah, dan kakaknya terpaksa terhenti di hutan. Kebingungan. Arda bahkan sampai berteriak minta tolong di tengah hutan nan sepi dan asing itu.

Arda sekeluarga memutuskan untuk lanjut. Suasana hutan masih gelap. Mereka tiba-tiba saja melintasi sungai kering dengan jembatan kayu tua di atasnya. ”Di sungai itu kayak banyak sesajen. Aku langsung mikir, ini kayaknya ada yang nggak beres,” kata Arda, yang akhirnya melewati jembatan itu sambil membaca doa dalam hati.

Arda terus komat-kamit baca doa, sementara sang ayah yang menurut Arda punya kepekaan terhadap sesuatu, tetap tenang dan tidak banyak omong. Tiba-tiba sang ayah tiba-tiba berujar bahwa sebentar lagi akan muncul pertolongan. Mendadak muncullah dua bocah laki-laki. Penampilannya kucel, tanpa alas kaki, pakaian penuh lumpur, dan berkulit gelap. ”Mereka naik motor, tapi motornya kayak udah ancur,” kata Arda.

Dua bocah misterius itu sangat sopan dan ramah. Mereka berbicara dalam bahasa Jawa kromo. Kedua bocah bermotor rusak itu memandu Arda dan keluarganya keluar dari hutan.

Akhirnya, Arda bertemu dua bocah misterius di persimpangan jalan. ”Sama mereka, saya diminta ambil rute berlainan. Ternyata memang benar, rute yang mereka tunjukkan membawa kami keluar hutan dan bertemu peradaban lagi,” ujar Arda lega.

Sebelumnya, Arda hendak memberi mereka uang sebagai wujud terima kasih. Namun, kedua bocah itu menolak. Kata mereka, mereka hanya ingin membantu dan tidak semua hal bisa dinilai dengan uang. ”Saya kayak ditonjok di muka,” kenang Arda. 

Mendadak Sendirian di Tol Malang–Sidoarjo

Kejadian tak lazim juga dialami Lailatuz Zuhriah. Ibu dua anak tersebut ingat betul kejadian Selasa (10/11). ”Sampai sekarang kalau ingat auto merinding,” ujar Lailatuz saat dihubungi Jumat (20/11). Waktu itu, perempuan pengusaha properti tersebut baru saja selesai mengawasi proyek perumahannya di Tidar, Malang, dan hendak pulang ke Sidoarjo.

Lailatuz nyetir sendiri bersama dua putranya, Adyvka Sava Ladzuardi, 7, dan Alby Sakha Ladzuardi, 3. Dia berangkat setelah magrib. ”Belum jam 6 waktu berangkat itu,” katanya. Perjalanan menuju tol lumayan padat.

HARUS EKSTRAHATI-HATI: Lailatuz Zuhriah bersama dua putranya. Dia menempuh tol Malang–Sidoarjo hanya dalam 23 menit. Padahal, dia merasa kecepatan mobilnya hanya 60–100 kilometer per jam. (INSTAGRAM AMMA _ADIVALBY)

”Aku masuk tol jam 07.10. Kenapa bisa ingat, karena waktu itu suami telepon dan tanya jam berapa,” kata perempuan 32 tahun tersebut. Perjalanan lancar dan hening karena anak-anaknya tertidur. Namun, keanehan terjadi setelah dia melintasi jalur penyelamatan untuk rem blong. Mendadak dia merasa jalanan berkabut dan sepi. Tidak ada kendaraan sama sekali. Pun di jalur berlawanan.

Tiba-tiba saja, ada mobil yang ngedim dari belakang. Lailatuz pun pindah jalur ke kiri dan memberi kesempatan mobil tersebut nyalip. Tapi, ternyata mobil itu juga ikut pindah ke belakangnya. ”Aku langsung deg-degan. Takut begal,” kenangnya.

Saat sama-sama melaju di jalur kiri, mobil tersebut terus-menerus ngedim. Karena penasaran, dia melirik spion kanan dan kiri. ”Ternyata di spion nggak kelihatan apa-apa. Pikirku apa rusak ya. Tapi, pas aku lihat spion depan. Mobilnya ada. Sampai beberapa kali aku cek begitu. Ya Allah. Aku langsung gemeter,” tuturnya.

Karena ketakutan, Lailatuz kehilagan fokus. Mendadak saja, dia melihat ada truk tronton di depannya. Dia pun langsung banting setir ke kanan dan menyalip truk tersebut. ”Aku bingung truk dari mana. Wong dari tadi aku sendirian,” katanya.

Sekitar 1 kilometer kemudian, mendadak dia melihat lampu-lampu dan banyak mobil melintas. ”Aku mikir, lha tadi aku lewat jalur apa. Tadi di mana mobil-mobil ini,” ujarnya keheranan. Tak lama kemudian suaminya, Fikry Ladzuardi, telepon tanya posisi. Lailatuz baru sadar kalau dia sudah dekat exit toll Gempol. Setelah keluar tol, dia ngecek jam tangan. ”Baru jam 07.33. Jadi, aku tadi nyetir cuma 23 menit. Gila. Hanya setengah dari biasanya,” lanjutnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : len/ian/c13/any



Close Ads