
DALAM PENGEMBANGAN: Kombespol Johnny Eddizon Isir (dua dari kiri) menunjukkan barang bukti narkoba yang disita dari tersangka saat ungkap kasus di Polrestabes Surabaya, Senin (21/9). Tersangka pengedar Agus Hariyanto (depan) juga dihadirkan menyertai foto
JawaPos.com – Dor! Dor! Beberapa kali pistol polisi menyalak di salah satu hotel di kawasan utara Surabaya Senin dini hari (21/9). Dua bandar narkoba mendapat tindakan tegas terukur. Mereka ditembak karena melawan saat akan ditangkap.
Perlawanan itu tidak hanya dilakukan dengan tangan kosong. Sebab, seorang di antara mereka juga menghunuskan senjata tajam (sajam) jenis parang. ”Membahayakan nyawa anggota (polisi, Red),” kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Johnny Eddizon Isir.
Menurut dia, sabetan sajam pelaku sempat mengenai salah seorang personel yang melakukan penangkapan. Lengan kirinya tersayat ketika menangkis serangan tersebut. Dia pun harus mendapat lima jahitan. ”Diskresi kepolisian harus diambil karena memang sangat diperlukan,” tutur peraih Adhi Makayasa atau lulusan terbaik Akpol 1996 tersebut.
Isir menyatakan, kedua tersangka sempat dibawa ke RSUD dr Soetomo untuk memperoleh perawatan medis. Namun, nyawa mereka sudah melayang dalam perjalanan. ”Tindakan tegas ini juga menjadi warning bagi sindikat lain untuk tidak coba-coba bermain di kota ini,” tegas polisi dengan tiga melati di pundak tersebut.
Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian mengungkapkan, dua tersangka yang tewas sudah berpengalaman mengedarkan barang haram. Mereka punya sepak terjang yang panjang sebagai pengedar. Keberadaan mereka kemudian terendus jajarannya ketika hendak melakukan transaksi.
Berdasar penyelidikan, keduanya menginap di sebuah hotel. Setelah mengetahui lokasi dan kamar tempat para tersangka menginap, polisi lantas menggerebek hotel tersebut. Namun, mereka ternyata sudah menyiapkan peralatan untuk melawan. ”Mendadak, salah seorang bandar mengeluarkan parang dari dalam tas,” ungkap alumnus Akpol 2002 tersebut.
Dua tersangka yang tewas adalah Nur Kholis, 41, dan Riki Rinaldo, 22. Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan puluhan kantong paket sabu-sabu (SS). Berat total bungkusan barang terlarang tersebut mencapai 20 kilogram.
Dalam penggerebekan itu, polisi tidak hanya menangkap Nur Kholis dan Riki. Di lokasi juga ada pengedar lain. Yakni, Agus Hariyanto. Nama terakhir bernasib lebih baik. Dia hanya dilumpuhkan agar tidak melarikan diri. Betis kakinya ditembak.
Nur Kholis dan Riki merupakan korban keempat dan kelima tindak tegas kepolisian dalam kurun waktu kurang dari tujuh pekan terakhir. Terhitung sejak 5 Agustus. Pada 5 Agustus lalu, tersangka Vicky Vendy mengembuskan napas terakhir setelah ditembak petugas. Begitu pula Dika Putranto (1/9) dan Fajar Rizky (12/9). Dari hasil pengembangan pengusutan kasus, ternyata seluruh pelaku yang tewas tersebut masih berkaitan dengan jaringan peredaran yang sama.
Memo menambahkan, pihaknya sudah memetakan sindikat mereka untuk pengembangan. Jajarannya kini memburu beberapa nama lagi yang diduga masih terkait dengan dua nama yang sudah dikirim ke akhirat. Untuk sementara, dia menyebutkan bahwa setidaknya ada tiga orang yang dikejar.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
