
PRIHATIN: Kombespol Johny Eddizon Isir menjenguk FK yang dirawat di RSAL dr Ramelan, Sabtu (19/12). (Polrestabes for Jawa Pos)
JawaPos.com – Dua bandit jalanan berulah di Jalan Tidar Jumat malam (18/12). Mereka menjambret pengendara motor. Ibu dan anak 6 tahun yang menjadi sasaran sampai terjatuh dari motor. Imbasnya, sang anak harus menjalani operasi karena dahi kanannya terluka cukup parah.
Kejadian itu menarik perhatian polisi. Kapolrestabes Surabaya Kombespol Johnny Eddizon Isir menjenguk korban yang dirawat di RSAL dr Ramelan Sabtu (19/12). Dia meminta waktu dua hari untuk meringkus pelaku.
Isir menyatakan, tidak ada ruang bagi kejahatan di metropolis. Dia pun memberikan dua opsi kepada pelaku. ”Menyerahkan diri atau kami sendiri yang temukan,” katanya Minggu (20/12). Menurut dia, tindakan pelaku sudah sangat keterlaluan. Jika memang dibutuhkan, pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegas terukur atau tembak di tempat kepada mereka.
Mantan ajudan Presiden Joko Widodo itu mengatakan sudah meminta anggotanya untuk memburu pelaku. Isir bahkan memberikan batas waktu agar mereka berupaya maksimal. ”Deadline 2 x 24 jam,” tuturnya kemarin.
Berdasar informasi, ibu dan anak yang menjadi korban kejahatan pelaku adalah Maria, 33, dan FK, 6. Mereka dijambret sekitar pukul 22.00. Maria saat itu memboncengkan buah hatinya naik motor.
Mereka baru saja mengunjungi The Central Mall. Keduanya berada dalam perjalanan pulang. Namun, petaka muncul. Maria mendadak merasakan tas selempangnya ditarik. Warga Keputran tersebut lantas kehilangan kendali kendaraan. Motornya oleng dan terjatuh. Dia dan anaknya terseret sekitar 3 meter.
Maria tidak sampai terluka parah. Namun, kondisi berbeda dialami anaknya. Wajah FK berlumuran darah karena membentur trotoar. Mereka ditolong warga sekitar.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Oki Ahadian menuturkan, pihaknya sudah mengerahkan kekuatan penuh untuk mencari bandit yang berulah. Mayoritas anggotanya telah disebar untuk mencari petunjuk. ”Hingga saat ini, kami terus mengumpulkan bukti-bukti,” terangnya.
Baca Juga: Cegah Covid-19, Kini Dilarang Makan dan Minum Selama di dalam Pesawat
Oki menambahkan, bandit yang beraksi saat itu tidak mendapat hasil. Mereka gagal membawa tas korban karena talinya tidak putus setelah ditarik. ”Karena tarikan itu, korban kehilangan kendali motor,” jelasnya.
Meskipun tidak membawa kabur barang korban, kata dia, tindakan mereka tetap termasuk tindak pidana. Terlebih, korbannya sampai terluka parah. ”Menurut korban, pelakunya dua orang,” paparnya.
JAMBRET MAKAN KORBAN
- Maria mengajak anaknya jalan-jalan ke The Central Mall dengan mengendarai motor.
- Saat pulang, motor korban dipepet dua pelaku.
- Salah seorang pelaku menarik tas, tetapi gagal mengambilnya.
- Korban kehilangan kendali. Motor korban oleng dan terjatuh.
- Maria terluka lecet dan kepala anaknya terbentur aspal.
Sumber: Polrestabes Surabaya
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=sBWTdyNaEzI

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
