Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2020 | 01.48 WIB

Berkerumun di Taman-Taman Surabaya, Awas Kena Obrak

WAJAH BARU: Taman Incinerator Keputih bakal ditata. Ada empat taman baru di Surabaya Timur yang digarap pada 2020. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

WAJAH BARU: Taman Incinerator Keputih bakal ditata. Ada empat taman baru di Surabaya Timur yang digarap pada 2020. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com - Saat akhir pekan, taman-taman di Surabaya kembali padat. Di sana warga tak peduli pada protokol kesehatan. Mereka berkerumun dan tak sedikit yang mengabaikan penggunaan masker. Banyak pula yang menggelar dagangan.

Misalnya, pengamatan Jawa Pos di Taman Suroboyo kemarin. Satpol PP dan pihak kecamatan menertibkan puluhan pedagang yang mangkal di area itu. Mereka disuruh berkemas dan tidak beraktivitas di sekitar taman.

Para pedagang menggelar lapaknya di sisi timur taman. Dekat area pesisir Kenjeran. ”Karena pada akhir pekan seperti ini, masyarakat yang datang banyak. Berjubel hingga ke area pesisir,” ungkap Fathul, warga sekitar.

Dengan kata lain, mereka mengambil kesempatan untuk berjualan saat banyak pengunjung yang datang ke area itu. Apalagi saat akhir pekan.

Mereka membawa keluarga dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk bersantai dan berfoto di area taman hingga pantai.

Sebenarnya, penindakan sering dilakukan para petugas. Mulai dari kecamatan, satpol PP, hingga BPB linmas. Namun, banyak pedagang dan pengunjung yang tetap datang ke sana. ”Pedagang beralasan mencari makan. Sedangkan pengunjung untuk wisata,” tambahnya.

Camat Bulak Budi Hermanto menyatakan sudah menertibkan para pedagang yang berjualan di area itu. Ada enam petugas satpol PP yang menyebar dan menertibkan para pedagang dengan membubarkan mereka. ”Jualan dan dagangannya dibawa pulang,” tutur dia.

Budi mengaku sudah tidak tahu lagi cara menertibkan para pedagang dan pengunjung di lokasi itu. Kesannya seperti kucing-kucingan. Ditertibkan saat pagi, namun sore mereka kembali. ”Tapi, kami tidak menyerah. Petugas akan stand by sampai sore di situ,” katanya.

Sabtu malam lalu (19/9) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turun ke Taman Apsari. Sebab, ruang terbuka hijau (RTH) di depan Grahadi itu tampak ramai. Penuh pengunjung yang menikmati akhir pekan.

Warga berkerumun. Tak menjaga jarak. Orang nomor satu di Surabaya itu khawatir aktivitas tersebut justru berujung pada petaka. Memicu munculnya persebaran Covid-19.


Risma langsung bertindak. Dia meminta jajaran satpol PP dan linmas turun. Memblokade jalan.

Selang beberapa menit, petugas dinas kesehatan (dinkes) tiba. Meja panjang dan kursi ditata. Warga diminta berbaris rapi. Rapid test masal pun digelar.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=unwTBFpVXxw

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore