
WAJAH BARU: Taman Incinerator Keputih bakal ditata. Ada empat taman baru di Surabaya Timur yang digarap pada 2020. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com - Saat akhir pekan, taman-taman di Surabaya kembali padat. Di sana warga tak peduli pada protokol kesehatan. Mereka berkerumun dan tak sedikit yang mengabaikan penggunaan masker. Banyak pula yang menggelar dagangan.
Misalnya, pengamatan Jawa Pos di Taman Suroboyo kemarin. Satpol PP dan pihak kecamatan menertibkan puluhan pedagang yang mangkal di area itu. Mereka disuruh berkemas dan tidak beraktivitas di sekitar taman.
Para pedagang menggelar lapaknya di sisi timur taman. Dekat area pesisir Kenjeran. ”Karena pada akhir pekan seperti ini, masyarakat yang datang banyak. Berjubel hingga ke area pesisir,” ungkap Fathul, warga sekitar.
Dengan kata lain, mereka mengambil kesempatan untuk berjualan saat banyak pengunjung yang datang ke area itu. Apalagi saat akhir pekan.
Mereka membawa keluarga dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk bersantai dan berfoto di area taman hingga pantai.
Sebenarnya, penindakan sering dilakukan para petugas. Mulai dari kecamatan, satpol PP, hingga BPB linmas. Namun, banyak pedagang dan pengunjung yang tetap datang ke sana. ”Pedagang beralasan mencari makan. Sedangkan pengunjung untuk wisata,” tambahnya.
Camat Bulak Budi Hermanto menyatakan sudah menertibkan para pedagang yang berjualan di area itu. Ada enam petugas satpol PP yang menyebar dan menertibkan para pedagang dengan membubarkan mereka. ”Jualan dan dagangannya dibawa pulang,” tutur dia.
Budi mengaku sudah tidak tahu lagi cara menertibkan para pedagang dan pengunjung di lokasi itu. Kesannya seperti kucing-kucingan. Ditertibkan saat pagi, namun sore mereka kembali. ”Tapi, kami tidak menyerah. Petugas akan stand by sampai sore di situ,” katanya.
Sabtu malam lalu (19/9) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turun ke Taman Apsari. Sebab, ruang terbuka hijau (RTH) di depan Grahadi itu tampak ramai. Penuh pengunjung yang menikmati akhir pekan.
Warga berkerumun. Tak menjaga jarak. Orang nomor satu di Surabaya itu khawatir aktivitas tersebut justru berujung pada petaka. Memicu munculnya persebaran Covid-19.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
