
IKON BARU KOTA: Patung Suroboyo setinggi 25 meter ini diresmikan Wali Kota Tri Rismaharini kemarin sore (29/5). (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com - Dewan membahas Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2019 secara maraton. Perubahan dipercepat karena anggaran musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tidak bisa dicairkan. Anggaran harus dialihkan ke kelurahan sesuai aturan terbaru.
Badan Anggaran DPRD Surabaya bersama tim anggaran pemkot mulai membahas perincian angka perubahan itu. Anggaran belanja yang semula mencapai Rp 9,5 triliun berubah menjadi Rp 9,9 triliun. Sebagian besar tambahannya berasal dari musrenbang kelurahan. ”Tapi, angkanya nanggung. Kenapa tidak sekalian Rp 10 triliun saja,” kata Ketua Komisi A DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto.
Herlina menambahkan, hanya dibutuhkan Rp 79 miliar untuk mencapai Rp 10 triliun. Angka itu, lanjut dia, relatif sedikit. Pemkot bisa mencarikan tambahan angka tersebut melalui sektor pajak.
Namun, dia mewanti-wanti pemkot agar tak lagi mengeruk pendapatan dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB). Menurut dia, sudah banyak warga yang mengeluh tak mampu membayar PBB. ”Sektor restoran dan hotel kan masih bisa. Ini masih ada waktu lima bulan,” kata dia.
Herlina mendapati banyak reklame tanpa izin yang ditertibkan pemkot. Begitu pula minimarket dan persil bangunan. Semuanya ditempeli stiker belum membayar PBB.
Menurut dia, pengetatan tersebut bakal berimbas pada naiknya pendapatan. Wajib pajak yang objek pajaknya ditempeli stiker biasanya segera membayar. Namun, Herlina melihat pemkot masih ragu menaikkan target pendapatan. ”Takut tidak tercapai. Atau persentase capaiannya tidak fantastis. Saya kira jangan begitu lah,” ujar politikus Demokrat tersebut.
Namun, permintaan itu belum disepakati pemkot. Masih ada agenda rapat kelanjutan pekan depan. Herlina berharap pemkot bisa mengabulkan permintaan badan anggaran.
Photo
Jika pemkot berhasil menaikkan anggaran belanja menjadi Rp 10 miliar, Surabaya bakal menjadi kota pertama dengan APBD dua digit. Di bawah Surabaya, masih terdapat Kota Bandung, Bekasi, Medan, dan Semarang.
Surabaya hanya kalah oleh DKI Jakarta yang APBD-nya sudah Rp 89 triliun. Namun, DKI Jakarta tidak bisa dibandingkan dengan Surabaya. Sebab, statusnya adalah provinsi. ”Kalau bisa tembus Rp 10 triliun, Surabaya bisa mencetak sejarah tahun ini. Tak perlu tunggu tahun depan,” ujarnya.
Ketua DPRD Surabaya Armuji sepakat dengan usulan tersebut. Jika APBD bisa tembus Rp 10 triliun, itu akan menjadi prestasi anggota DPRD periode 2014–2019 yang masa baktinya berakhir pada 24 Agustus sekaligus peninggalan Armuji yang sudah empat periode di DPRD Surabaya. Agustus nanti dia pindah kantor ke DPRD Jatim. ”Saya yakin bisa Rp 10 triliun,” kata politikus PDIP tersebut.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
