
Sejumlah warga berziarah di Makam Sunan Ampel, Kota Surabaya. Diskominfo Surabaya/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya menggelar sayembara desain arsitektur pembangunan kawasan penunjang Wisata Religi Makam Sunan Ampel. Sayembara itu untuk mengembangkan potensi destinasi pariwisata di Kota Pahlawan, khususnya di kawasan Wisata Ampel.
”Lomba ini terbuka bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi menuangkan ide kreatifnya dalam bentuk desain arsitektur,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Irvan Wahyudradjad seperti dilansir dari Antara di Surabaya.
Selain itu, lomba tersebut juga untuk mewadahi ide kreativitas anak bangsa di bidang arsitektur. Irvan menjelaskan, ada dua event yang diselenggarakan Pemkot Surabaya bersama krearture. Yakni penyelenggaraan sayembara desain masterplan kawasan Wisata Ampel dan menyelenggarakan webinar guna menambah kekayaan pengetahuan peserta dalam mendesain.
”Jadi, dalam sayembara ini, masyarakat dapat berkontribusi sebagai penunjang mewujudkan kemajuan arsitektur Kota Surabaya khususnya Wisata Ampel,” ujar Irvan.
Pada sayembara tersebut, lanjut dia, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh peserta. Di antaranya adalah bangunan cagar budaya di lahan Wisata Ampel. Oleh karena itu, dalam pengembangan desain kawasan itu, peserta harus memperhatikan keselarasan dengan bangunan yang ada di sekitarnya.
Irvan menyampaikan, sayembara desain Wisata Ampel terbuka untuk mahasiswa arsitek, arsitek, maupun arsitek lanskap, dari seluruh Indonesia. Sedangkan webinar konsep desain wisata yang terintegrasi juga terbuka untuk umum, mahasiswa arsitek, arsitek, maupun arsitek lanskap.
”Pendaftarannya melalui daring di link website www.krearture.com, mulai 16 Juni–1 Agustus. Sedangkan awarding sekaligus pengumumannya pada 17 Agustus,” terang Irvan.
Beberapa permasalahan di kawasan Wisata Ampel saat ini, kata dia, di antaranya adalah minimnya fasilitas penunjang. Seperti, tidak tertatanya pedagang kaki lima (PKL), fasilitas Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang kurang optimal, area parkir komunal atau drop off yang tidak berfungsi dengan baik, keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) yang kerap menimbulkan bau, dan masih banyak lainnya yang perlu diperbaiki.
Sementara itu, perwakilan dari tim Krearture sayembara Wisata Ampel Yanaita Febbi mengatakan, pihaknya akan menggandeng dewan juri dari akademisi, perwakilan organisasi dan profesi arsitek. Bagi peserta yang ikut dan berhasil memenangkan sayembara, akan mendapatkan hadiah dengan total Rp 60 juta serta mendapatkan piagam penghargaan dari Wali Kota Surabaya dan cenderamata.
”Pengumuman detail sayembara ini akan diumumkan melalui poster di media sosial, media massa, dan berbagai kanal komunikasi. Pendaftaran, dimulai 16 Juni–1 Agustus melalui laman www.krearture.com. Event ini dapat diakses lebih detail di instagram @kreartureseries,” papar Yanaita.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
