Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Januari 2021 | 01.18 WIB

Pasang Beton & Tutup Satu Akses Putar Balik untuk Kemacetan Margomulyo

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Belum ada solusi konkret terkait dengan persoalan lalu lintas di Jalan Margomulyo. Tingkat kerusakan yang parah dan kemacetan menjadi keluhan utama pengendara di jalur tersebut. Polisi berencana menutup satu akses putar balik dan mendorong adanya pemasangan beton untuk mengatasi masalah di akses pengubung Surabaya–Gresik.

Hingga Kamis (14/1), persoalan lalu lintas masih dikeluhkan pengendara. Ada kemacetan. Beberapa lubang kecil juga meresahkan pengendara yang melintas. Kabagops Polres Pelabuhan Tanjung Kompol Eko Nur Wahyudiono menjelaskan bahwa diperlukan solusi cepat terkait dengan masalah di Jalan Margomulyo. Sebab, akses itu tak lagi seperti dulu.

”Lima belas tahun lalu hanya jalan perumahan. Sekarang sudah jadi jalur industri dengan arus lalu lintas tinggi,” kata Eko. Mantan Kasatbinmas Polres Pelabuhan Tanjung Perak itu menjelaskan bahwa polisi sudah melakukan kajian. Ada dua persoalan yang harus dituntaskan. Selain kerusakan, petugas menyoroti kemacetan di Jalan Margomulyo.

Menurut Eko, kemacetan di Margomulyo tak bisa disepelekan. Sebab, imbasnya cukup besar. Gara-gara macet di Margomulyo, arus lalu lintas di jalan tol Surabaya–Gempol dan Surabaya–Gresik ikut terganggu. ”Kami sudah memetakan masalahnya. Kemacetan salah satunya disebabkan adanya kendaraan yang putar balik,” kata Eko.

Untuk itu, lanjut Eko, polisi berencana menutup satu akses putar balik di Margomulyo. Kebijakan itu akan dirapatkan bersama. Selain dinas perhubungan (dishub), petugas berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum bina marga dan pematusan (DPUBMP).

Eko menambahkan bahwa posisi Jalan Margomulyo makin vital. Jumlah kendaraan yang melintas kian bertambah. Kini jalur itu dilewati ribuan truk dengan muatan puluhan ton setiap hari.

Kendaraan yang overload mendorong kerusakan jalan. Banyak lubang yang bermunculan. Kecelakaan pun tak terhindarkan. ”Nah, kami mendorong jalan untuk dibeton. Itu menyesuaikan kendaraan yang melintas,” tegas Eko.

Pejabat Pembuat Komitmen Ruas Surabaya–Gresik BBPJN VIII Merlan Efendi menambahkan bahwa instansinya kebanjiran aduan terkait dengan Jalan Margomulyo. Dia menegaskan bahwa kerusakan bukan tanggung jawabnya. ”Sesuai surat keputusan, Margomulyo masih jadi jalan kota. Bukan jalur nasional,” kata Merlan.

Karena bukan jalan nasional, lanjut Merlan, tidak ada anggaran untuk perbaikan Jalan Margomulyo. BBPJN tak bisa menyanggupi permintaan masyarakat untuk melakukan pengerasan jalan.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya Ganjar Siswo Pramono meng_ungkapkan, segala bentuk rekomendasi untuk mengatasi jalan di Margomulyo itu merupakan usulan yang baik. Termasuk dengan menutup akses U-turn secara total. ”Ya, tentu rekomendasi itu melalui sejumlah pertimbangan,” katanya.

Baca Juga: Co-Pilot Fadly Satrianto, Korban SJ 182, Dimakamkan di TPU Keputih

Menurut dia, penutupan U-turn itu perlu pembahasan yang mendalam oleh semua pihak. Termasuk unsur dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan kepolisian. Dengan demikian, nanti proses tersebut dapat berjalan dengan baik.

”Pastinya akan kami bahas dengan beberapa instansi lain di pemkot. Bukan hanya dari PU,” lanjutnya. Dia berharap beberapa rekomendasi dan masukan itu dapat menyelesaikan permasalahan jalan di Jalan Margomulyo. Sebab, jalan tersebut termasuk jalan utama di Surabaya. 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/u5fxHDJDLRc

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore