
TERENDUS: Sabu-sabu seberat 8,5 kilogram disita polisi dari dua apartemen yang dijadikan safe house oleh tersangka. (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com – Jejak Muhammad Ali Usman sebagai bandar narkoba semakin terungkap. Tersangka pemilik 8,5 kilogram sabu-sabu itu punya dua unit apartemen di dua lokasi yang berbeda. Dia menjadikannya sebagai gudang penyimpanan narkoba. Apartemen dipilih karena dirasa aman dan lebih privat.
Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian menuturkan, dua apartemen itu berada di kawasan timur metropolis. Usman menyewanya khusus untuk bisnis narkoba. ”Dijadikan sebagai safe house,” katanya Jumat (12/3).
Memo menuturkan, tersangka adalah bandar yang licin. Jajarannya sudah cukup lama mengincarnya. Namun, dia selalu bisa lolos dari penindakan. ”Memang pemain,” ucap polisi dengan dua melati di pundak tersebut.
Memo mengaku lega bisa meringkus tersangka. Sebab, sepak terjangnya sebagai pengedar narkoba cukup panjang. ”Dia salah satu penyuplai di Jalan Kunti, kawasan yang selama ini kami beri atensi lebih,” tuturnya.
Usman, kata dia, sangat lihai saat menjalankan bisnis narkoba. Dia mempunyai beberapa tempat sekaligus sebagai gudang penyimpanan. Hal itu sudah diantisipasi jika ada penggerebekan. Kalaupun tertangkap, barang bukti bisa aman. Namun, antisipasi itu berhasil dipatahkan polisi. Tempat persembunyian yang dirahasiakan itu berhasil diketahui polisi. ”Baru ketahuan setelah tersangka diamankan,” ujarnya.
Bukan itu saja, tersangka selama ini memiliki beberapa tempat tinggal sekaligus. Usman tercatat sebagai warga Jalan Sidotopo Jaya. Namun, dia juga punya rumah di Jalan Pragoto. Rumah itu dijadikan sebagai kamuflasenya dalam menjalani hidup secara normal. Seolah-olah dia tidak bisnis narkoba.
Memo menyatakan, pihaknya masih akan terus mendalami sepak terjang tersangka di dunia narkoba. Di antaranya, menerbitkan laporan polisi tentang dugaan tindak pidana pencucian uang. ”Dicari semua aset-asetnya yang berkaitan dengan narkoba,” kata alumnus Akpol 2002 itu.
Kanitidik II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Iptu Danang Eko Abrianto menambahkan, berkas perkara Usman dan tersangka lain dari sindikatnya dibuat terpisah. Sebab, laporan polisi tidak terbit pada hari yang sama. ”Berkasnya beda-beda. Namun, intinya tetap satu rangkaian,” kata alumnus Akpol 2013 tersebut.
Danang menjelaskan, pengembangan terhadap jaringan Usman terus dilakukan. Di antaranya, memburu kaki tangannya saat mengedarkan narkoba. ”Dia punya beberapa orang kepercayaan,” ungkapnya. Salah satunya adalah Taufik yang ditangkap di Jalan Bolodewo.
Lebih lanjut, dia mengatakan, komplotan Usman tidak hanya mengedarkan jenis narkoba tertentu. Mereka menjual beberapa jenis sekaligus. Yaitu, sabu-sabu dan pil ekstasi. ”Jenis lain masih dalam pendalaman,” sebutnya.
Danang menambahkan, para pengedar itu juga seorang pemadat. Mereka tidak hanya menjual narkoba. Tetapi juga memakainya sendiri. ”Ada barang bukti pipet yang ditemukan,” ucapnya.
Baca Juga: Demi Susu Anaknya, Jumardi Jual 10 Burung Bayan, Berakhir di Tahanan
Sebagaimana diberitakan, polisi membongkar sindikat pengedar yang menjadi salah satu penyuplai narkoba di Jalan Kunti. Kawasan itu adalah zona merah peredaran narkoba di Kota Pahlawan. Usman, salah seorang tersangka, bahkan membuat pernyataan mengejutkan saat menjalani pemeriksaan. Dia menyebut punya bekingan sejumlah oknum polisi. Mereka rutin diberi setoran setiap bulan agar bisnisnya tidak disentuh. Nominal setiap oknum tidak sama. Jumlahnya puluhan ribu sampai jutaan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/XMG7iQNqMgE

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
