Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 September 2022 | 01.48 WIB

Awak Bus DAMRI Minta Segera Realisasikan Rute ke Bangkalan

SEPI: Penumpang menaiki bus kota di Terminal Purabaya, Sidoarjo, Minggu (11/9). Jalur bus berbagai jurusan dalam Kota Surabaya kosong. Yang tersisa bus kota jurusan Bungurasih ke Jembatan Merah berkode P 05. (Frizal/Jawa Pos) - Image

SEPI: Penumpang menaiki bus kota di Terminal Purabaya, Sidoarjo, Minggu (11/9). Jalur bus berbagai jurusan dalam Kota Surabaya kosong. Yang tersisa bus kota jurusan Bungurasih ke Jembatan Merah berkode P 05. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com – Beberapa awak DAMRI yang terkena penutupan trayek mulai dialihkan ke trayek Trans Jatim. Termasuk bus yang beroperasi di Gapura Surya Nusantara (GSN). Meski begitu, awak bus berharap trayek baru bus P4 yang direncanakan hingga ke Bangkalan itu bisa segera beroperasi.

Hampir dua minggu jalur trayek bus DAMRI P8 dan P4 dihentikan. Akibatnya, puluhan awak bus tidak beroperasi. Pemasukan mereka pun berkurang. Jika dulu mendapat 7 persen dari setoran, sekarang sudah pasti tidak. ”Kalau enggak narik, ya enggak dapat,’’ kata Rifai, koordinator kedua trayek, Minggu siang.

Dia menuturkan, beberapa hari terakhir beberapa awak bus yang terdampak mulai masuk ke Trans Jatim. Hanya, belum secara resmi. Mereka masih ikut di armada untuk mengetahui titik pemberhentian bus. Dengan demikian, mereka tidak salah saat mengambil atau menurunkan penumpang.

Selain itu, beberapa lainnya mulai beroperasi di GSN. Rifai sendiri Minggu kemarin mulai mengambil penumpang di sana. Hanya, jadwalnya menunggu jika ada kapal besar yang bersandar.

Ada beberapa pilihan yang diberikan manajemen. Selain beroperasi di dua trayek tersebut, ada juga yang akan ditempatkan di jalur trayek baru. Yakni, rute Purabaya–Bangkalan. Trayek itu perpanjangan dari bus DAMRI P4. Rencana tersebut muncul karena jumlah penumpangnya masih banyak.

Hanya, kata Rifai, waktunya belum diketahui. Komunikasi dilakukan dengan berbagai pihak. Mulai Dishub Bangkalan hingga sopir lin yang ada di sana. Tujuannya, menghindari konflik. ”Awak bus yang asli sana juga diminta untuk mengoneksikan dengan pengemudi lin,’’ ucapnya.

Wacana perpanjangan rute itu sudah diketahui masyarakat. Salah satunya kondektur bus P5, Feri Kiswanto. Dia menuturkan, penumpang dari Purabaya ke Tanjung Perak masih banyak. Sebab, bus P4 adalah akomodasi paling cepat menuju ke sana. ”Kalau Senin ramai penumpangnya,’’ ucapnya kemarin siang.

Karena trayeknya tidak ada, lanjut dia, penumpang beralih ke bus P5. Akibatnya, jumlah penumpang naik sampai 40 persen.

Suwahno, ketua jalur P4 bus DAMRI, berharap rute perpanjangan itu bisa segera beroperasi. Meskipun paling tidak baru jalan sebulan ke depan.

Ada beberapa proses yang harus dilalui. Yang paling rawan adalah komunikasi dengan pihak angkot yang ada di sana. ”Ini perlu hati-hati agar tidak sampai ada konflik,’’ ucapnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore