
Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi menyampaikan arahan di sela penyerahan rekomendasi tahap ketiga di kantor DPD PDIP Jatim di Surabaya pada Selasa (11/8). Fiqih Arfani/Antara
JawaPos.com–PDI Perjuangan akan mengumumkan pasangan calon wali kota dan calon wakil wali Kota Surabaya paling lambat 19 Agustus.
”Ada empat tahap pengumuman calon kepala daerah dan terakhir 19 Agustus mendatang,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi seperti dilansir dari Antara di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim di Surabaya pada Selasa (11/8).
Kusnadi mengaku menerima informasi dari DPP bahwa pengumuman calon kepala daerah tahap terakhir tidak melebihi 19 Agustus. Sebab, akan dilakukan sekolah politik bagi seluruh pasangan yang direkomendasi. Para calon wali kota maupun calon wakil wali kota untuk Pilkada Surabaya sedang dimatangkan. Tidak lama lagi akan diumumkan bersamaan dengan daerah yang belum direkomendasi.
Selain Kota Surabaya, empat daerah lain belum menerima rekomendasi dari DPP, yakni Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Pacitan. ”Kepada pengurus di DPC-DPC yang belum menerima rekomendasi, segera persiapkan dan matangkan,” ucap Kusnadi.
Kusnadi juga tak mau berandai-andai tentang siapa yang nanti dipilih DPP untuk menjadi calon wali kota maupun calon wakil wali kota. Sebab, semuanya diserahkan pusat dan pengurus daerah wajib mengamankan hasil rekomendasi.
Sementara itu, sampai saat ini DPP PDI Perjuangan telah mengumumkan 14 pasangan calon kepala daerah yang akan bertarung pada Pilkada 9 Desember.
Pasangan yang diumumkan tahap pertama, yaitu Ony Anwar-Dwi Rianto Jatmiko (Kabupaten Ngawi), Sanusi-Didik Gatot Subroto (Kabupaten Malang), dan Achmad Fauzi-Dewi Khalifah (Kabupaten Sumenep). Pada tahap kedua pengumuman adalah pasangan M. Nur Arifin-Syah Natanegara (Kabupaten Trenggalek), Raharto Teno-M. Hasjim Ashari (Kota Pasuruan), Hanindhito Pramono-Dewi Maria Ulfa (Kabupaten Kediri), Rijanto-Marhaenis (Kabupaten Blitar), Santoso-Tjutjuk Sunaryo (Kota Blitar), dan Pungkasiadi-Titik Masudah (Kabupaten Mojokerto).
Lalu tahap ketiga masing-masing Setiajit-Armaya Mangkunegara (Kabupaten Tuban), Fandi Achmad Yani-Aminatun Habibah (Kabupaten Gresik), Ipuk Fiestiandani-Sugirah (Kabupaten Banyuwangi), Sugiri Sancoko-Lisdyarita (Kabupaten Ponorogo), dan Kartika Hidayati-Sa’im (Kabupaten Lamongan).
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=6l3ne-DM0_s
https://www.youtube.com/watch?v=MlLlFBcsqBM
https://www.youtube.com/watch?v=NuSZjiXAg8U

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
