Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Februari 2020 | 18.20 WIB

Hujan Deras Guyur Surabaya, Genangan Surut Sejam

MELAJU HATI-HATI: Pengendara sepeda motor menembus genangan di Jalan Ngagel Timur kemarin sore (10/2). (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

MELAJU HATI-HATI: Pengendara sepeda motor menembus genangan di Jalan Ngagel Timur kemarin sore (10/2). (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com – Cuaca ekstrem belum meninggalkan Surabaya. Kemarin (10/2) Surabaya dilanda fenomena angin kencang disertai hujan deras yang menimbulkan genangan. Salah satu yang paling terdampak ialah kawasan Surabaya Timur. Berdasar pengamatan Jawa Pos, setidaknya dua kecamatan, yaitu Gubeng dan Gunung Anyar, terdampak paling parah. Beberapa tempat tergenang dan mengalami kerusakan karena tiupan angin kencang.

Di Kecamatan Gubeng, lokasi yang digenangi air, antara lain, Jalan Dharmawangsa, Jalan Ngagel Timur, Jalan Ngagel Rejo, dan Jalan Ngagel Mulyo. Ketinggiannya sekitar 30 sentimeter atau hampir selutut orang dewasa. Hal itu membuat para pengendara yang melintas cukup kewalahan Terutama genangan di Jalan Ngagel Timur dan Jalan Ngagel Rejo yang merendam seluruh badan jalan. Untungnya, genangan hanya berlangsung sebentar. Sejam sudah surut.

Tingginya curah hujan juga diikuti angin kencang yang merobohkan beberapa pohon. Di antaranya, di Jalan Manyar Kertoarjo dan Jalan Ngagel Jaya Selatan. ”Dua pohon sono tumbang di masing-masing tempat itu. Di Manyar Kertoarjo berdiameter 15 sentimeter. Sedangkan di Ngagel Jaya Selatan berukuran 10 sentimeter. Kecil,” ujar Camat Gubeng Suprayitno.

Sementara itu, di Jalan Pucang Anom Timur Gang I terdapat patahan ranting pohon sono yang menimpa kanopi teras dan pagar kantor notaris. ”Kanopi roboh duluan, lalu menimpa pagar tersebut,” tambahnya. Berdasar analisis di lapangan, faktor usia mempercepat rusaknya pagar itu. ”Pagar ini sudah tua,” ungkap dia.

Supayitno menerangkan, timbulnya genangan itu bukan kali pertama. Pada akhir Januari, sebagian rumah warga juga tergenang. ”Untuk yang kemarin, anginnya yang cukup kencang, Mas. Makanya sebagian pohon tumbang dan merusak beberapa rumah,” tuturnya.

Prayit –sapaan akrabnya– menjelaskan bahwa Gubeng memang memiliki banyak kontur tanah yang cekung. Karena itu, genangan potensial terjadi. Di sisi lain, pepohonan juga tinggi-tinggi. ”Tadi sudah kami telepon Command Center 112 untuk meminta bantuan. Dinas PMK dan DKRTH Surabaya langsung memotong pohon-pohon yang tinggi. Guna mencegah terjadinya hal serupa,” tambahnya.

Angin kencang juga menimpa kawasan Gunung Anyar. Terutama di kawasan Middle East Ring Road (MERR) Gunung Anyar. Beberapa pengendara mengabadikannya dengan video. Dalam video berdurasi satu menit yang dikirim seorang warga, terlihat tiupan angin membawa serpihan atap rumah warga.

”Memang benar kejadiannya begitu. Ini kami sedang di lapangan,” kata Lurah Gunung Anyar Hilda Fairuz Rochmi. Dia menyatakan sedang melakukan inspeksi ke rumah warga yang terdampak. Saat ditanya daerah mana saja yang mengalami kerusakan parah, dia menyebut Jalan Gunung Anyar Lor dan Gunung Anyar Tengah. Beberapa atap rumah warga rusak. ”Jumlahnya belum tahu, Mas. Bentar ya. Saya lagi ndak fokus,” tutur dia.

Fenomena angin kencang di kawasan MERR membuat para pengendara yang melintas menepi sesaat. Mereka tidak mau mengambil risiko karena angin sangat kencang. Dari kejadian itu, beberapa markah jalan rusak. Di antaranya, markah dilarang berhenti di area U-turn MERR Gunung Anyar. Beberapa pohon juga nyaris roboh.

Pengendara yang mengabadikan momen tersebut dalam video juga mengatakan bahwa mobilnya bergoyang beberapa detik. Karena itulah, sang pengendara berhenti tepat di tengah jalan untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Sebab, di area tersebut juga berdiri penerangan jalan umum (PJU) yang sangat rentan tumbang.

Camat Gunung Anyar Anna Fajriatin menambahkan, dari data terakhir yang dikumpulkan, ada 10 rumah yang atapnya rusak. Enam rumah berada di Jalan Gunung Anyar Lor. Sisanya di Jalan Gunung Anyar Tengah. ”Saat ini kami juga sedang memperbaiki PJU dan kabel yang rusak di jalan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, kondisi PJU di MERR Gunung Anyar juga sedikit rusak karena hantaman angin. ”Besok (Red, hari ini) diperbaiki oleh tim dari DKRTH Surabaya,” ungkapnya. Sampai sekarang pendataan masih terus dilakukan untuk mencari solusi bagi warga terdampak.

Kuatnya embusan angin juga menerbangkan kanopi beberapa rumah di Perumahan Sukolilo Dian Regency 1, Keputih. Selain itu, sejumlah pohon tumbang. Untuk mengantisipasi bahaya lain, listrik sempat dipadamkan di area tersebut.

Di wilayah Surabaya Selatan, hujan deras mengakibatkan genangan di Jalan Ratna hingga area Transmart. Genangan juga dijumpai di area Ketintang Madya. Jalan terendam air sekitar 20 cm.

Meski begitu, air yang meluber di jalan tidak berlangsung lama. Air kembali surut seiring berhentinya hujan.

Prakirawan BMKG Juanda Oky Sukma Hakim membenarkan tingginya intensitas hujan kemarin sore. Hujan cukup lebat, tetapi durasinya tidak terlalu lama. Hujan lebat terjadi di wilayah selatan, timur, dan barat.

Oky mengatakan, dari prediksi BMKG, untuk hari ini dan besok, hujan dengan potensi sedang hingga lebat juga akan terjadi di Surabaya. Waktunya siang dan sore.

Kepala BPB Linmas Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, hujan di wilayah Surabaya kemarin masih terpantau aman. Dari pantauan kamera di Command Center (CC) 112, tidak ada tampilan genangan di ruas jalan

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore