
Tes cepat antigen oleh tim Satgas Covid-19 Pemkab Bangkalan di lokasi penyekatan Labang, Bangkalan, Senin (7/6). Abd Aziz/Antara
JawaPos.com–Rektor Universitas Airlangga Surabaya Mohammad Nasih menegaskan, temuan varian baru Covid-19 oleh Institute of Tropical Disease (ITD) bukan spesimen dari lonjakan kasus di Kabupaten Bangkalan, dalam beberapa hari terakhir ini.
”Varian Covid-19 B117 yang ditemukan dari spesimen warga Bangkalan merupakan sampel yang masuk pada 12 Mei,” kata Mohammad Nasih seperti dilansir dari Antara di Surabaya.
Dia menjelaskan, hasil whole genome sequencing yang baru diumumkan ITD juga bukan disengaja bertepatan dengan kasus yang sedang tinggi di Bangkalan hingga menjadi perhatian nasional. Proses untuk menganalisis strain suatu virus, memang membutuhkan waktu lama.
”Yang beredar itu adalah temuan sebulan lalu, bukan sekarang. Jangan dikaitkan, sebab nanti bisa berpengaruh pada psikologis para pasien,” ujar Mohammad Nasih.
Sampel varian Alpha Covid-19 itu, lanjut dia, berasal dari spesimen pekerja migran Indonesia (PMI) yang harus dites usap antigen dan PCR sebelum kembali ke daerah masing-masing. Setelah diketahui positif, mereka harus diisolasi secara terpusat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya. Sehingga kecil kemungkinan terjadi penularan di kampung halaman.
Sementara itu, soal kemungkinan adanya mutasi virus korona di Bangkalan hingga membuat lonjakan kasus, Nasih mengatakan, pihaknya masih harus melakukan penelitian lebih lanjut. Saat ini, para peneliti di ITD Unair sudah mulai mencermati spesimen dari Bangkalan.
”Sekarang sampel Bangkalan baru diterima tiga hari lalu, yakni 40 sampel yang sekarang sedang dikerjakan ITD dengan whole genom sequencing,” terang Mohammad Nasih.
Dengan serangkaian proses yang diperlukan, dia memperkirakan hasil whole genome sequencing dari sampel Bangkalan baru bisa diumumkan pada Sabtu atau Minggu (12-13/6).
”Proses ini akan mengungkap apakah virus korona yang menyerang Bangkalan hingga membuat beberapa tenaga kesehatannya meninggal dunia merupakan mutasi atau bukan,” ujar Mohammad Nasih.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
