
Presiden Asosiasi Pemerintah Kota dan Pemerintah Daerah se-Asia Pasifik Tri Rismaharini melakukan rapat terbatas terkait penanganan Covid-19 melalu teleconference bersama anggota UCLG-Aspac di Balai Kota Surabaya, pada Kamis (9/4). Humas Pemkot Surabaya/A
JawaPos.com–United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pasific (Aspac) atau Asosiasi Pemerintah Kota dan Pemerintah Daerah se-Asia Pasifik, merumuskan strategi bersama dalam mencegah dan melawan penyebaran Covid-19 yang telah menjadi pandemi global.
Presiden UCLG-Aspac Tri Rismaharini mengatakan, sudah melakukan rapat terbatas melalui teleconference bersama anggota UCLG-Aspac di Balai Kota Surabaya, pada Kamis (9/4). Pihaknya yakin bahwa Covid-19 bisa ditangani sesegera mungkin agar semuanya dapat kembali normal.
Menurut dia, dalam rapat teleconference tersebut, anggota UCLD-Aspac yang hadir di antaranya, Bernadia Irawati (Sekretaris Jenderal UCLG Aspac), Chen Yini (Chair of Standing Committee of Women in Local Governments, UCLG Aspac), Kim Seung-soo (Wali Kota Jeonju, Korea Selatan), dan Madelaine Alfelor (Wali Kota Iriga, Filipina). Selain itu, hadir pula, Noraini Binti Roslan (Wali Kota Subang Jaya, Malaysia), Rajib Shaw (Professor, Graduate School of Media and Governance, Keio University, Japan), dan Sanjaya Bhatia (Head of ONEA-GETI, UNDRR, Incheon).
Sebagai Presiden UCLG ASPAC, Risma menyatakan, keselamatan warga negara juga menjadi salah satu tanggung jawabnya. Karena itu, langkah apa pun yang diambil dan dilakukan akan sangat berarti bagi masyarakat. ”Namun yang penting adalah tidak panik dan merencanakan langkah selanjutnya dengan hati-hati dalam menghadapi tantangan ini bersama,” kata Risma seperti dilnasir dari Antara pada Jumat (10/4).
Risma menambahkan, sangat penting untuk saling bekerja sama dalam menghadapi pandemi global tersebut. Oleh karena itu, dia menyambut positif peluncuran panduan ringkas dan pembelajaran dari pemerintah daerah di Asia sebagai salah satu alat untuk mendukung strategi melawan Covid-19 di kota masing-masing.
Risma menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkot Surabaya dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dia mengaku ketika informasi Covid-19 muncul, Kota Surabaya sudah mulai mengambil langkah untuk mencegahnya. Bahkan, semua sumber daya pun dimaksimalkan untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
”Kami telah melakukan semua yang kami bisa untuk membantu masyarakat melewati masa pandemi yang sulit ini. Kami membuat berbagai pengumuman kepada publik, memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang bagaimana kita dapat mengatasi pandemi dan tindakan pencegahan yang perlu diambil agar tetap sehat,” ujar Risma.
Untuk itu, Pemkot Surabaya kemudian menyediakan laman layanan Lawan Covid-19 yang diharapkan masyarakat mendapat informasi tentang setiap protokol-protokol yang ditetapkan pemerintah. Termasuk apa yang harus dilakukan dan ke mana harus pergi ketika mereka memiliki gejala Covid-19.
Namun sebelumnya, lanjut dia, pihaknya mengaku getol melakukan kampanye tentang tata cara mencuci tangan yang benar kepada masyarakat. Untuk mendukung hal itu, Pemkot Surabaya membagikan cairan pembersih tangan gratis dan menyediakan 875 wastafel portabel di berbagai titik Kota Surabaya. ”Tujuannya, untuk memudahkan warga mencuci tangan dengan air dan sabun sesering mungkin,” terang Risma.
Untuk melindungi tenaga medis di rumah sakit yang menangani Covid-19, Pemkot Surabaya bersama Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) bekerja bersama dalam membuat face shield (pelindung wajah), masker, serta alat pelindung diri (APD). Selanjutnya, APD tersebut dibagikan kepada perawat serta dokter. Tak hanya itu, masker juga dibagikan secara gratis kepada warga Surabaya. Terutama, wilayah yang tercatat ada kasus Covid-19, baik orang dalam pemantauan (ODP), pasien dengan pengawasan (PDP), maupun confirm.
”Kami mendistribusikan minuman herbal dan telur rebus kepada mereka setiap hari. Ini diharapkan untuk mendukung, menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka,” ujar Risma.
Sebagai upaya menekan mikroorganisme, pihaknya juga melakukan menyemprotkan disinfektan di semua area kota, terutama di lingkungan dan bangunan tempat berkumpulnya masyarakat, seperti masjid dan gereja, serta pusat perbelanjaan dan kendaraan di jalan. ”Untuk penyemprotan yang lebih efektif, kami juga menggunakan drone dan orang-orang juga didorong agar tetap membersihkan daerah sekitarnya,” tutur Risma.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=bwNMJB0JeXM
https://www.youtube.com/watch?v=WsCM7a0RdlE
https://www.youtube.com/watch?v=KZe8fyhvdHQ
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022