
Ilustrasi: CHIS/JAWA POS
JawaPos.com – Pemkot Surabaya mengklaim memiliki jurus ampuh melawan virus korona jenis baru. Yaitu, menggeber testing berupa uji usap masif. Hasilnya, makin banyak kelurahan yang bebas Covid-19.
Akhir pekan lalu, ada 95 kelurahan di wilayah Kota Pahlawan yang dinyatakan nol kasus korona. Kini jumlahnya kembali bertambah mencapai 100 kelurahan.
Tambahan lima kelurahan itu tersebar di wilayah barat. Yakni, Kelurahan Manukan Wetan, Banjar Sugihan, Kandangan, Romokalisari, dan Lontar. Lima kawasan tersebut dinyatakan hijau sejak 4 November.
Kepala Bagian Humas Febriadhitya Prajatara menjelaskan, setiap hari pemkot melakukan monitoring untuk melihat persebaran virus korona.
Hasilnya, Surabaya terus membaik. ”Kelurahan nol kasus Covid-19 terus bertambah,” paparnya.
Keberhasilan membendung persebaran virus yang kali pertama ditemukan di Wuhan, Tiongkok, tersebut merupakan hasil kerja pemkot, satgas penanganan Covid-19, serta warga setempat. Ketiganya bergotong royong melawan pandemi tersebut.
Pemkot dan satgas menggeber uji usap alias swab test. Warga yang dinyatakan positif Covid-19 segera menjalani perawatan. Sejurus kemudian, tracing dilakukan untuk mencari warga lain yang terinfeksi.
Disiplin merupakan kunci keberhasilan. Berdasar hasil telaah pemkot, 100 kelurahan yang nol kasus korona itu terus menjaga protokol kesehatan (prokes). Warga dilarang berkerumun. Selain itu, kebiasaan baru diterapkan. Yaitu, wajib memakai masker.
Sebelum testing digeber, laju persebaran virus korona tidak terbendung. Covid-19 mengamuk. Catatan itu terlihat dari data pemkot selama delapan bulan. Contohnya, kasus bulanan tertinggi terjadi pada Agustus dan Juli. Saat Agustus, jumlah warga yang terkonfirmasi mencapai 3.447 orang. Laju kesembuhan juga tinggi (4.409 pasien). Pada Juli, angka kematian mencapai 317 orang.
Kasus mingguan tertinggi tercatat pada Juli dan Agustus. Ada 1.236 orang yang sembuh pada 17–23 Agustus. Warga yang terpapar Covid-19 pada 10–16 Agustus berjumlah 1.036 orang. Angka kematian pada 6–12 Juli mencapai 100 orang.
Tidak ingin jumlah kasus korona terus melonjak, pemkot segera merancang kebijakan berupa uji usap serempak. Tes kesehatan itu diadakan di seluruh puskesmas, Gelora Pancasila, serta labkesda.
Febri –sapaan akrab Febriadhitya– menuturkan, uji usap terus berjalan hingga kini. Total, 215.869 warga sudah menjalani swab test. ”Kini jumlah warga yang dirawat tinggal 75 orang,” jelasnya.
Sementara itu, Swab Hunter yang dibentuk di setiap kecamatan terus bergerak melakukan razia dan menindak pelanggar prokes. Tim itu bertugas pada siang dan malam hari.
Swab Hunter di 15 kecamatan terjun. Total, 291 warga terjaring penindakan tersebut lantaran tetap membandel. Mereka tidak memakai masker.
Pelanggar prokes terbanyak terjaring di Kecamatan Gunung Anyar. Total, ada 100 orang yang ditindak. Urutan kedua ditempati Kecamatan Wonocolo dengan 67 pelanggar prokes. Tempat ketiga diduduki Kecamatan Kenjeran dengan 62 pelanggar prokes.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
