Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Oktober 2019 | 16.26 WIB

Peringatan HUT Ke-74 TNI: Dulu Perang Fisik, Kini Hadapi Perang Siber

HEROIK: Arek-arek Suroboyo saat beradegan berperang melawan penjajah dengan menggunakan bambu runcing, Sabtu (5/10). (Hariyanto Teng/Jawa Pos) - Image

HEROIK: Arek-arek Suroboyo saat beradegan berperang melawan penjajah dengan menggunakan bambu runcing, Sabtu (5/10). (Hariyanto Teng/Jawa Pos)

JawaPos.com – Drama kolosal perjuangan arek - arek Suroboyo melawan tentara penjajah membuat peringatan HUT Ke-74 TNI di lapangan Kodam V/Brawijaya berlangsung seru. Dengan adanya pertunjukan itu kemarin (5/10), perayaan ulang tahun pun menjadi berbeda Kendati hanya bersenjata bambu runcing, semangat arek-arek Surabaya yang berkobar-kobar membuat mereka bisa mengalahkan musuh.

Kegigihan itulah yang harus terpancar hingga kini. Tak heran, pertunjukan yang melibatkan banyak orang tersebut membuat para hadirin terpukau. Sejumlah pejabat hadir dalam acara itu. Di antaranya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, dan Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho.

Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi mengatakan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia harus dipertahankan. Berbagai tantangan ke depan dihadapi seluruh anggota dan jajaran TNI. Apalagi, perkembangan zaman juga kian kompleks.

Menurut Wisnoe, ada lima poin penting yang menjadi tantangan seluruh jajaran TNI pada masa mendatang. Yaitu, membangun solidaritas dan soliditas TNI dengan masyarakat. Kemudian, pembangunan dan penguatan kualitas sumber daya manusia. Bersikap bijak. Lalu, keimanan dan ketakwaan. Yang terakhir, ikhlas.

Photo

Iring-iringan kendaraan lapir baja milik TNI. (Hariyanto Teng/Jawa Pos)

”Perang tidak harus menggunakan senjata atau fisik. Namun, yang kini dihadapi kita, yaitu perang siber dan perang informasi,” katanya.

Perang tersebut dinilai sangat berbahaya karena bisa menghancurkan dan mengaburkan filosofi perang konvensional.

Di usia yang ke-74, Wisnoe berharap TNI bisa semakin profesional. Itu harus diimbangi dengan cara pendekatan kepada masyarakat. Pelaksanaan tugas untuk rakyat pun harus diubah. ”Perang siber harus kami hentikan. Dan, kami optimistis bisa melakukannya,” ujarnya.

Khofifah menilai lima poin yang disampaikan Wisnoe tersebut memiliki nilai filosofi yang mendalam. Menurut dia, pesan itu tidak hanya wajib dijalankan TNI, tapi juga seluruh warga Jawa Timur

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore