
ATURAN BARU: Para calon mahasiswa asal Gresik antre rapid test di sebuah klinik swasta sebagai salah satu syarat untuk mengikuti UTBK di Kota Surabaya. (Ludry Prayoga/Jawa Pos)
JawaPos.com – Ketentuan wajib rapid test bagi para peserta ujian tulis berbasis komputer (UTBK) jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) di Kota Surabaya membuat calon mahasiswa kelabakan. Tidak terkecuali peserta dari Gresik. Mulai Jumat (3/7) mereka menyerbu sejumlah layanan kesehatan yang menyediakan tes tersebut.
”Baru dapat informasi tentang syarat rapid test tersebut. Akhirnya, langsung ngurus rapid test,” kata Muhammad Salman, calon mahasiswa asal Manyar, kemarin.
Pemuda 18 tahun itu mengaku akan menjalani tes UTBK SBMPTN di Fakultas Psikologi Unair pada 5 Juli. Salman mengatakan, awalnya dirinya pergi ke puskesmas dekat rumah untuk rapid test. Ternyata, puskesmas itu tidak melayani tes tersebut. Dia lantas diarahkan oleh petugas setempat untuk menjalani rapid test di RSUD Ibnu Sina, Gresik.
”Ternyata, harus membayar Rp 300 ribu. Karena ada pilihan yang lebih murah, saya ke klinik swasta Parahita. Katanya, ada diskon untuk pelajar Rp 199 ribu,” terangnya.
Pernyataan senada disampaikan oleh Yudhi Irawan asal Sidayu. Untuk mendapatkan layanan rapid test di klinik swasta itu, dia pun harus ekstrasabar. Sebab, antreannya panjang. ”Antre lima jam lebih. Padahal, saya sudah datang pukul 08.00,” keluh dia.
Hasil rapid test tersebut baru bisa didapatkan dua jam setelah pengambilan sampel darah. ”Untungnya, hasil nonreaktif. Kalau hasilnya reaktif, tidak boleh ikut ujian,” kata pemuda yang ingin masuk Fakultas Teknik Mesin ITS tersebut.
Suasana antrean rapid test di klinik itu pun terdengar ke telinga Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani. Dia pun berkoordinasi dengan dinas kesehatan agar puskesmas membuka layanan rapid test bagi para calon mahasiswa.
Dirut RSUD Ibnu Sina dr Endang Puspitowati SpTHT-KL mengatakan, rumah sakitnya juga menyediakan layanan rapid test mandiri. Caranya, warga tinggal menuju ke pojok Covid-19. ”Ada pelayanan pojok Covid-19, nanti tesnya lewat sana,” ujarnya.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, begitu mengetahui adanya kebijakan rapid test untuk para peserta UTBK SBMPTN, pihaknya langsung memerintahkan puskesmas untuk membuka layanan itu. ”Tidak ada pemberitahuan resmi. Baru mendengar informasi bahwa ada syarat melampirkan (hasil, Red) rapid test bagi calon mahasiswa baru yang akan mengikuti UTBK di Kota Surabaya,” kata dia.
Ghozali menambahkan, puskesmas mulai hari ini akan melayani rapid test. Layanan itu dibuka sejak pukul 09.00. Untuk sementara, lanjut dia, ada tiga puskesmas yang sudah siap. Yakni, Puskesmas Sidayu, Puskesmas Sukomulyo, dan Puskesmas Driyorejo. Nah, para pemohon nanti diminta untuk membawa KTP asal Gresik dan bukti mengikuti tes masuk perguruan tinggi. ”Gratis, tidak dipungut biaya,” tandasnya.
Persyaratan Rapid Test Gratis Khusus Calon Peserta UTBK di Puskesmas Sukomulyo, Manyar

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
