Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 November 2020 | 03.02 WIB

Air Laut Pasang, Warga Masih Nekat Main di Perairan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Beberapa hari terakhir, cuaca di Surabaya tak menentu. Hujan deras disertai dengan petir dan angin kencang kerap secara tiba-tiba menyelimuti Kota Pahlawan. Terutama pada sore hingga malam. Cuaca buruk membuat kondisi air laut mengalami pasang surut disertai dengan gelombang tinggi.

Di pesisir Tambak Wedi, misalnya. Senin siang (2/11) kondisi air laut mulai pasang. Naiknya air laut membuat satu per satu kapal yang tengah bersandar pun mengapung. Namun, kondisi tersebut tak dipedulikan para pengunjung. Mereka nekat bermain hingga masuk ke perairan.

Sekretaris Camat Kenjeran Sukanan menilai apa yang dilakukan warga sangat membahayakan. Bermain di perairan laut bisa membuat mereka terbawa arus dan tenggelam. Apalagi pengunjung yang masih berusia anak-anak.

”Ya, bagaimanapun main di air laut membahayakan meskipun air sedang surut. Apalagi, sekarang airnya tengah naik. Lebih bahaya,” kata Sukanan.

Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah menugasi satpol PP untuk berpatroli rutin di pesisir Tambak Wedi.

Biasanya patroli berlangsung pagi. Jika ada warga yang bermain di area perairan, mereka langsung ditegur, lalu disuruh naik ke darat. Untuk saat ini, waktu patroli laut diperpanjang. Tidak hanya pagi, tapi juga sore. Agar patroli berjalan lancar, pihaknya membagi waktu tugas.

”Pada pagi hari kami kerahkan puluhan personel untuk berpatroli. Dan sorenya dilakukan pengontrolan oleh salah seorang petugas. Jika kondisi dinilai mengkhawatirkan, barulah puluhan personel diterjunkan ke lokasi,” ucap dia.

Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Adi Hermanto mengatakan, beberapa hari terakhir hujan deras disertai petir dan angin kencang melanda Surabaya. Biasanya hujan turun pada sore hingga malam.

Kondisi tersebut membuat air laut pasang disertai dengan gelombang cukup tinggi. Adi menyarankan nelayan tak melaut saat malam. Sebab, jika dipaksakan, kondisi itu sangatlah berbahaya.

”Waktu ideal untuk melaut itu pagi hingga siang. Dan, pada sorenya nelayan sudah kembali ke darat karena akan terjadi hujan deras,” ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=zGnH7bHCaUc

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore