Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Juli 2021 | 03.03 WIB

Dampak Covid-19, Keuangan Pemkot Surabaya Menipis

Ilustrasi tenaga kesehatan. Dok JawaPos - Image

Ilustrasi tenaga kesehatan. Dok JawaPos

JawaPos.com–Dampak pandemi Covid-19 bagi Pemerintah Kota Surabaya memang sangat besar. Berulang kali, APBD dilakukan refocusing. Dana yang seharusnya digunakan untuk berbagai kegiatan, terpaksa sebagian besar dialihkan untuk membendung virus korona.

Contohnya tahun lalu. Jumlah anggaran penanganan Covid-19 ratusan miliar. Perinciannya yaitu realisasi bantuan pemerintah pusat dan provinsi mencapai Rp 387 miliar. Anggaran dari CSR dan sumbangan masyarakat sebesar Rp 66 miliar. Nah, pada APBD Surabaya, total dana yang disediakan menangkal Covid-19 mencapai Rp 151 miliar.

Efek lain pandemi terlihat di sektor pendapatan. Pendapatan asli daerah (PAD) Surabaya turun. Faktor utamanya, tidak ada perputaran uang. Pendapatan warga anjlok karena pandemi.

Tahun ini, krisis itu terus berlanjut. Wali Kota Eri Cahyadi menuturkan, pemkot sudah melakukan refocusing anggaran untuk mencukupi kebutuhan penanganan pandemi. Kebutuhan utama yaitu melindungi tenaga kesehatan (nakes).

Refocusing anggaran digunakan memenuhi peralatan serta baju hazmat. Karena nakes garda terdepan melawan Covid-19,” kata Eri.

Selain itu, pengalihan dana itu untuk mencukupi pengadaan masker. Kebutuhan masker sangat besar. Penutup wajah tersebut dibagikan ke seluruh warga. Menurut Eri, sejatinya kebutuhan pemkot sangat banyak. Tidak hanya mencukupi peralatan kesehatan. Dampak dari persebaran Covid-19 juga harus ditangani.

”Karena tidak sedikit ekonomi warga yang terdampak,” ucap Eri.

Rencananya, seluruh warga yang terdampak pandemi akan diberi bantuan. Bentuknya sembako. Pembagian dilakukan camat, lurah, serta RT dan RW. Namun, pemenuhan sembako itu sedikit terhambat. Sebab, kondisi keuangan pemkot yang menipis.

”Kondisi iki rodok medeni (agak menakutkan),” tutur Eri yang mantan alumnus ITS itu.

Eri mengklaim, pihaknya sudah merancang beragam upaya dan solusi. Pemberian bantuan itu harus berjalan. ”Intinya ekonomi warga wajib dibangkitkan,” ujar Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore