
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn.) Trenggono di RSUD Sidoarjo (Dok Dadang Kurnia/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn.) Trenggono memastikan seluruh korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, telah ditangani dengan baik. Bahkan, beberapa santri yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, kemungkinan bisa dipulangkan hari ini (4/9).
Sebagaimana diketahui pada Selasa (1/9) lalu, lebih 600 orang santri di Sidoarjo keracunan usai menyantap MBG. Sehari berselang, kasus yang mirip terjadi di Nganjuk. Tidak berhenti di dua kota, keracunan MBG di Jawa Timur juga terjadi di Jombang sehari setelah kasus di Nganjuk.
"Sudah kita cek langsung ke rumah sakit, semuanya sudah berdampak baik, siap untuk pulang. Alhamdulillah tidak ada yang mungkin tidak tertangani," kata Trenggono setelah mengunjungi korban keracunan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jumat (4/9). "Semua tertangani dengan baik dan semua semakin membaik," tambah Trenggono.
Trenggono mengungkapkan kedatangannya tersebut tidak hanya bertujuan memastikan kondisi para korban. Melainkan juga mengevaluasi terkait makanan yang mereka konsumsi.
Informasi yang diperoleh dari para korban tersebut selanjutnya akan dijadikan masukan dalam proses investigasi yang dilakukan."Kita juga mengevaluasi apa sih yang mereka makan. Lalu yang mereka rasakan kurang enak sebagai bahan masukan buat diinvestigasi," ujarnya.
Terkait rentetan keracunan diduga akibat MBG di sejumlah daerah, Trenggono mengatakan, pihaknya akan terus memperbaiki tata kelola sekaligus mengevaluasi berbagai kekurangan yang ada. Ia berpendapat, keracunan massal yang terjadi di sejumlah daerah rata-rata diakibatkan ketidakpatuhan terhadap standar yang ditetapkan BGN.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga akan semakin dipelototi kinerjanya. Mulai jam penyiapan makanan, pilihan menu, dan waktu pengantaran atau pendistribusian MBG.
"Kita masih terus memperbaiki tata kelola, kita terus mengevaluasi apa kekurangannya. Tapi secara SOP dan sebagainya sudah sesuai,” ucap Trenggono. “Yang keracunan itu rata-rata tingkat ketidakpatuhan terhadap SOP tinggi. Itu yang perlu digarisbawahi," tambahnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
