Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 September 2026 | 20.46 WIB

Usai Kunjungi Santri Keracunan MBG di RSUD Sidoarjo, Wakil Kepala BGN Evaluasi Menu SPPG

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn.) Trenggono di RSUD Sidoarjo (Dok Dadang Kurnia/JawaPos.com) - Image

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn.) Trenggono di RSUD Sidoarjo (Dok Dadang Kurnia/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn.) Trenggono memastikan seluruh korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, telah ditangani dengan baik. Bahkan, beberapa santri yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, kemungkinan bisa dipulangkan hari ini (4/9).

Sebagaimana diketahui pada Selasa (1/9) lalu, lebih 600 orang santri di Sidoarjo keracunan usai menyantap MBG. Sehari berselang, kasus yang mirip terjadi di Nganjuk. Tidak berhenti di dua kota, keracunan MBG di Jawa Timur juga terjadi di Jombang sehari setelah kasus di Nganjuk.

"Sudah kita cek langsung ke rumah sakit, semuanya sudah berdampak baik, siap untuk pulang. Alhamdulillah tidak ada yang mungkin tidak tertangani," kata Trenggono setelah mengunjungi korban keracunan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jumat (4/9). "Semua tertangani dengan baik dan semua semakin membaik," tambah Trenggono.

Trenggono mengungkapkan kedatangannya tersebut tidak hanya bertujuan memastikan kondisi para korban. Melainkan juga mengevaluasi terkait makanan yang mereka konsumsi.

Informasi yang diperoleh dari para korban tersebut selanjutnya akan dijadikan masukan dalam proses investigasi yang dilakukan."Kita juga mengevaluasi apa sih yang mereka makan. Lalu yang mereka rasakan kurang enak sebagai bahan masukan buat diinvestigasi," ujarnya.

Terkait rentetan keracunan diduga akibat MBG di sejumlah daerah, Trenggono mengatakan, pihaknya akan terus memperbaiki tata kelola sekaligus mengevaluasi berbagai kekurangan yang ada. Ia berpendapat, keracunan massal yang terjadi di sejumlah daerah rata-rata diakibatkan ketidakpatuhan terhadap standar yang ditetapkan BGN.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga akan semakin dipelototi kinerjanya. Mulai jam penyiapan makanan, pilihan menu, dan waktu pengantaran atau pendistribusian MBG

"Kita masih terus memperbaiki tata kelola, kita terus mengevaluasi apa kekurangannya. Tapi secara SOP dan sebagainya sudah sesuai,” ucap Trenggono. “Yang keracunan itu rata-rata tingkat ketidakpatuhan terhadap SOP tinggi. Itu yang perlu digarisbawahi," tambahnya.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore