
Korban selamat insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Arya, menceritakan detik-detik kepanikan saat kapal terbakar. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Detik-detik Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II terbakar di Perairan Utara Sumenep, Pulau Madura, pada Minggu pagi (2/8), masih terekam jelas dalam memori Arya, 23 tahun.
Sopir ekspedisi asal Palu, Provinsi Sulawesi Tengah tersebut nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dan terombang-ambing selama sekitar lima jam, sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.
Suasana damai pagi itu berubah menjadi kepanikan saat seorang sopir berteriak mobilnya terbakar. Arya dan penumpang lain yang tengah duduk santai menikmati sarapan sontak berhamburan mencari pelampung.
Baca Juga:Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
"Iya, katanya (seorang sopir tersebut) mobilnya kebakar. Jadi semua udah panik mau turun. Mau turun ke bawah sudah nggak bisa," tuturnya saat ditemui di Terminal GSN Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8).
Pemuda 23 tahun yang bekerja sebagai sopir ekspedisi tersebut bepergian seorang diri. Tidak ada teman, apalagi sanak saudara. Dalam situasi mencekam tersebut, yang terlintas di benaknya hanya satu: mencari pelampung.
"Nggak ada teman, nggak kenal siapa-siapa, jadi sendiri. Saya kan sopir ekspedisi. Setelah dapat pelampung, saya mau lari ke bagian depan kapal, tetapi ternyata depannya sudah mau kebakar, sudah panas," imbuhnya.
Saat kobaran api semakin membesar, Arya yang telah mengenakan pelampung memutuskan melompat ke laut demi menyelamatkan diri. Di sekitarnya, puluhan penumpang lain juga mengambil keputusan yang sama.
Baca Juga:Persebaya Surabaya Tanpa Alex Martins, Bernardo Tavares Andalkan Kekuatan Kolektif Hadapi Arema FC
"Semua penumpang sudah siap pelampung. Mereka panik semua, teriak mobil terbakar. Saya buru-buru lompat (ke laut) karena (kapal) sudah panas," ucap pemuda yang mengenakan kaos polo itu.
Selama sekitar lima jam, Arya terombang-ambing di tengah laut dan hanya mengandalkan pelampung. Tanpa pilihan lain, ia pasrah menunggu bantuan datang sambil terus berusaha tetap mengapung.
Pertolongan akhirnya tiba saat kapal milik PT Pertamina mendekat. Arya bersama 11 penyintas lainnya dievakuasi dari tengah laut, lalu dipindahkan ke KRI Nala-363 untuk dibawa ke tempat yang lebih aman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022