Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2026 | 04.23 WIB

Usai Divonis 3 Tahun 10 Bulan, Samuel Gugat Nenek Elina Rp 1,3 Miliar soal Sengketa Tanah di Surabaya

Setelah divonis 3 tahun 10 bulan, Samuel Ardi Kristanto menggugat Nenek Elina terkait sengketa tanah di wilayah Lontar, Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Setelah divonis 3 tahun 10 bulan, Samuel Ardi Kristanto menggugat Nenek Elina terkait sengketa tanah di wilayah Lontar, Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Seusai divonis 3 tahun 10 bulan penjara atas kasus pengrusakan rumah Nenek Elina Widjajanti, kini Samuel Ardi Kristanto menggugat perdata nenek 80 tahun tersebut atas sengketa tanah Rp 1,3 miliar.

Gugatan tersebut dilayangkan Samuel ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas pengesahan jual beli tanah di Jalan Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya dengan nomor persil 58 kelas D-II.

Kuasa hukum Samuel, Fahmi Ardiyanto mengatakan bahwa kliennya telah mengeluarkan uang sebesar Rp 300 juta untuk memperoleh lahan tersebut, dan menyimpan Letter C sebagai bukti kepemilikannya.

Transaksi bermula pada akhir April 2014 saat Samuel membeli sebidang tanah dari Elisa Irawati, yang merupakan kakak kandung Elina Widjajanti. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Ikatan Jual Beli (IJB) di hadapan notaris.

Meski pembayaran telah diselesaikan, proses peralihan hak atas tanah belum dapat dilakukan. Menurut kuasa hukum Samuel, kendala biaya administrasi membuat Akta Jual Beli (AJB) belum bisa diterbitkan saat itu.

Dikarenakan AJB belum terbit, Elisa memberikan kuasa penuh kepada Samuel untuk menjual tanah tersebut atas nama Elisa. Surat kuasa itu dibuat di hadapan notaris yang sama dengan dasar transaksi telah lunas sepenuhnya.

“Penggugat saat itu memberikan izin tinggal pada Elisa Irawati bersama Murita Purwandari dan Musmirah untuk tetap menempati objek terkait sesuai permintaan Elisa,” tutur Fahmi, Senin (20/7).

Situasi berubah ketika Elisa Irawati meninggal dunia pada 2017. Saat itu, pengurusan administrasi kepemilikan belum rampung sehingga status peralihan hak atas tanah belum dapat diselesaikan.

Delapan tahun kemudian, tepatnya pada 2025, Samuel mengaku telah memiliki dana untuk menuntaskan proses administrasi. AJB kemudian terbit pada 24 September 2025, yang menjadi dasar klaim kepemilikan tanah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore