Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Juli 2026 | 19.44 WIB

Tanpa Identifikasi, Program Pemberdayaan Tak Efektif, Terhenti, dan Gagal

Kegiatan pemberdayaan masyarakat. (Istimewa) - Image

Kegiatan pemberdayaan masyarakat. (Istimewa)

JawaPos.com - Program pemberdayaan masyarakat diminta disusun berdasarkan kebutuhan nyata warga. Dengan cara tersebut, program akan lebih efektif.

Pendekatan berdasarkan kebutuhan nyata itu menjadi penting agar intervensi yang diberikan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Akademisi Universitas Wijaya Kesuma Surabaya (UWKS) Dian Ayu Kartika Sari mengatakan, setiap program pemberdayaan perlu diawali dengan observasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, langkah tersebut menjadi dasar dalam menentukan bentuk edukasi maupun pendampingan yang relevan bagi warga.

“Mahasiswa belajar bahwa sebuah program pemberdayaan harus diawali dengan identifikasi kebutuhan Masyarakat,” ujarnya dalam acara Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Mahasiswa dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PMPM) UWKS, di Desa Kletek, Sidoarjo, dikutip Sabtu (18/7).

Berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan warga di Menyanggong RW 09, Desa Kletek, Kecamatan Taman, Sidoarjo, intervensi yang dilakukan mencakup edukasi kesehatan dan pemeriksaan dasar, pengenalan budidaya hidroponik, literasi digital bagi pelajar, serta penguatan kesadaran pengelolaan lingkungan dan sampah plastik.

Dalam bidang kesehatan, masyarakat yang tinggal di permukiman padat penduduk mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, menerapkan pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Selain itu, juga diberikan pelayanan pemeriksaan tekanan darah, kadar glukosa darah, dan asam urat sebagai bentuk deteksi dini terhadap risiko hipertensi, diabetes, serta gangguan metabolisme.

Selain memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemeriksaan kesehatan gratis, mahasiswa juga memperkenalkan budi daya hidroponik sebagai solusi pemanfaatan lahan terbatas. Melalui pemasangan instalasi dan penanaman bibit, warga diperkenalkan dengan teknik bercocok tanam tanpa membutuhkan area yang luas.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore