Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2026 | 16.20 WIB

Wakaf Produktif Dinilai Mampu Ciptakan Pendanaan Berkelanjutan bagi Pendidikan dan Pemberdayaan Umat

Ilustrasi wakaf. (nanobanksyariah.id) - Image

Ilustrasi wakaf. (nanobanksyariah.id)

JawaPos.com - Wakaf selama ini lebih dikenal dalam bentuk pembangunan masjid, pesantren, atau penyediaan lahan pemakaman. Namun, seiring perkembangan pengelolaan aset syariah, konsep wakaf produktif semakin banyak diterapkan sebagai upaya menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan untuk mendukung berbagai program sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Berbeda dengan wakaf yang hanya dimanfaatkan secara langsung, wakaf produktif mengelola aset yang diwakafkan agar mampu menghasilkan nilai ekonomi.

Hasil pengelolaan tersebut kemudian digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan publik sesuai tujuan wakaf, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang tanpa mengurangi pokok aset yang diwakafkan.

Salah satu implementasi ini dilakukan oleh Cinta Quran Foundation melalui Amazing Laundry di kawasan Cinta Quran Center, Tangerang Selatan. Hal tersebut menjadi bagian dari pengembangan unit wakaf produktif yang diharapkan dapat membantu menopang kebutuhan operasional pendidikan para mahasantri.

Direktur Eksekutif Cinta Quran Center, Ustadz Syafaat Nuryadi, mengatakan, bahwa pengembangan unit wakaf produktif sendiri merupakan salah satu ikhtiar membangun sistem pendanaan yang lebih berkelanjutan.

“Ini adalah bagian dari ikhtiar besar kita dalam menyiapkan para Dai Quran. Setiap pakaian yang bersih, setiap aktivitas santri yang terbantu, Insya Allah menjadi bagian dari pahala jariyah bagi para wakif dan donatur yang telah mendukung,” ungkap Ustadz Syafaat.

Sementara itu, Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan wakaf produktif dilakukan untuk memperkuat keberlangsungan pendidikan calon dai. Selain unit laundry, kawasan tersebut juga telah memiliki Dapur Santri dan direncanakan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Menurutnya, keberadaan aset-aset produktif menjadi salah satu cara agar lembaga pendidikan memiliki sumber pendanaan yang lebih stabil. Dengan demikian, operasional pendidikan tidak hanya bergantung pada donasi yang sifatnya insidental, tetapi juga memperoleh dukungan dari hasil pengelolaan aset wakaf.

“Saya bisa membayangkan bagaimana pahala kebaikan yang mengalir abadi bagi Bapak dan Ibu semuanya,” ujarnya.

Melalui pengembangan wakaf produktif, lembaga tersebut berharap manfaat wakaf tidak berhenti pada pembangunan aset fisik semata, melainkan mampu menjadi instrumen yang menopang pembiayaan pendidikan, meningkatkan kualitas layanan sosial, serta memperluas manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore