
Puluhan ayah mengantar anaknya di hari pertama MPLS SD Negeri Kaliasin 1, Senin (13/7). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gerakan ayah mengantar anak ke sekolah (GAMAS) pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Kaliasin 1 Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/7), mulai diterapkan.
Dari pantauan JawaPos.com, puluhan ayah mengantarkan buah hati mereka ke SD Negeri Kaliasin 1. Sejumlah ayah terlihat mengenakan pakaian kerja, mulai dari kemeja hingga kaus berkerah, sementara lainnya tampil santai.
Selama MPLS, para ayah berdiri berjejer di tepi lapangan sekolah, menyaksikan jalannya apel pembukaan MPLS, sambil sesekali mengabadikan momen anak mereka menggunakan telepon genggam.
Salah seorang ayah, Prihantoro mengaku antusias mengantarkan putra keduanya pada hari pertama MPLS. Ia bahkan datang lebih awal sejak pukul 06.00 WIB dari kediamannya di kawasan Genteng Sidomukti.
Baginya, mengantar anak ke sekolah bukan hal baru. Anak pertamanya juga pernah bersekolah di SD Negeri Kaliasin 1. Meski begitu, Pria berusia 42 tahun tersebut mengapresiasi program GAMAS.
"Ya bagus ya programnya, mendekatkan ayah dengan anak. Biasanya kan ibunya yang mengantar, terus kemarin dapat surat edaran dari sekolah kalau yang antar anak pas MPLS itu ayahnya," tutur Prihantoro.
Meski harus meninggalkan pekerjaan sejenak, ia mengaku tidak kesulitan meluangkan waktu untuk mendampingi anaknya. Ia memastikan aktivitasnya tidak mengganggu kewajibannya sebagai orang tua.
Hal senada disampaikan ayah lain, Fathoni, 33 tahun. Warga Genteng tersebut sengaja meminta izin datang terlambat untuk mengantarkan putri sewayangnya ke hari pertama MPLS SD Negeri Kaliasin 1 Surabaya.
Baca Juga:Rombongan Pengantin Kecelakaan di Indramayu, Polisi Catat Total Korban Tewas Jadi 12 Orang
"Iya mbak, ini saya minta izin ke atasan saya buat masuk jam 9 pagi, biasanya masuk jam 7. Alhamdulillah atasan saya support, jadi saya bersyukur bisa mengantar putri saya MPLS," ucap Fathoni.
"Memang program ayah mengantar anak ke sekolah ini sangat penting sebagai bentuk dukungan, dan penting juga bagi ayahnya untuk mengenali kondisi lingkungan sekolah anak," pungkasnya. (*)

Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Daftar Pemain Cedera dan Sanksi Inggris Lawan Norwegia: Thomas Tuchel Rombak Pertahanan Redam Erling Haaland
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Norwegia vs Timnas Inggris di Piala Dunia 2026: Thomas Tuchel Putar Otak Redam Ledakan Erling Haaland
