Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juli 2026 | 06.37 WIB

Jangan Panic Buying! Pemprov Jatim Pastikan Kuota Biosolar Naik Jadi 2,7 Juta Kiloliter

Papan bertuliskan Biosolar dalam pengiriman terpajang di sebuah SPBU. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Papan bertuliskan Biosolar dalam pengiriman terpajang di sebuah SPBU. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meminta masyarakat untuk tidak panik buying dalam membeli BBM jenis Biosolar. Pasalnya, alokasi Biosolar untuk Jatim tahun ini meningkat menjadi 2,7 juta kiloliter.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyusul antrean panjang kendaraan truk yang sempat terjadi di beberapa daerah, seperti Surabaya, Pasuruan, hingga Mojokerto.

"Kuota Biosolar di Jatim ditambah dari 2025 sebesar 2,4 juta kiloliter menjadi 2,7 juta kiloliter. Menurut Pertamina dan BPH Migas, angka ini seharusnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Timur," ujarnya, Selasa (30/6).

Menurut Emil, antrean panjang bisolar bukan dipicu habisnya stok di depo. Kondisi tersebht terjadi karena lonjakan pembelian secara bersamaan, sehingga distribusi menuju SPBU tidak mampu mengimbangi permintaan.

"Saat ini ada peningkatan pembelian di luar pola yang sewajarnya. Biosolar itu dari depo sampai ke SPBU ada proses distribusinya. Jadi kalau di SPBU habis, bukan berarti stok di depo juga habis," imbuhnya.

Mantan Bupati Trenggalek itu menyebut tantangan utama saat ini berada pada keterbatasan armada mobil tangki. Ketika permintaan meningkat, proses pengiriman membutuhkan kendaraan distribusi tambahan.

Untuk mempercepat penyaluran, Pertamina telah menambah dua armada mobil tangki. Armada tersebut diprioritaskan melayani distribusi menuju kawasan strategis, terutama akses Pelabuhan Tanjung Perak dan gerbang tol.

"Kalau pembelian lebih cepat dari biasanya, tentu membutuhkan armada tambahan. Saat ini prioritas distribusi ke tempat-tempat vital seperti akses pelabuhan agar distribusi sembako dan bahan pokok tidak terganggu," beber Emil.

Pemprov Jatim akan terus mengevaluasi perkembangan distribusi dalam beberapa hari ke depan. Jika tak kunjung membaik, pemerintah bersama Pertamina dan BPH Migas akan mempertimbangkan penambahan kuota Biosolar bersubsidi. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore