Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2026 | 02.27 WIB

'Lemes Longor' Kartun Prabowo Bikin Warnai Aksi Demo di Surabaya

Banner Presiden Prabowo Subianto 'Lemes Longor' dalam aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Banner Presiden Prabowo Subianto 'Lemes Longor' dalam aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Sebuah banner bergambar Presiden Prabowo Subianto dengan tulisan "Lemes Longor", menjadi salah satu elemen mencolok dalam aksi demonstrasi di Surabaya, Jumat (26/6).

Benner berukuran besar dengan dominasi warna biru muda tersebut terpasang di jembatan penyebrangan orang (JPO) Jalan Gubernur Suryo, dekat Gedung Negara Grahadi yang menjadi lokasi aksi. 

Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma menjelaskan istilah 'lemas longor' dalam banner untuk menggambarkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tak menjawab akar permasalahan.

"Bukan hanya tidak menyentuh akar masalah, alat-alat negaranya pun selalu represif ke masyarakat sipil, tetapi ke atas pasti, siap pak, siap pak, siap komando, siap laksanakan," ujar Septia bernada satir.

Istilah "lemes longor" juga mencerminkan penilaian bahwa pemerintah tidak pernah belajar dari insiden yang sudah ada.

Secara spesifik Septia mencontohkan kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Septia, pendidikan layak dan fasilitas umum seharusnya menjadi prioritas di tengah ketidakpastian global saat ini. Namun fokus pemerintah justru pada kebijakan-kebijakan yang dinilai konsumtif dan tak tepat sasaran.

"Begitu dan kami pakai bahasa ini karena ini dianggap lebih melokal, lebih dekat dengan warga Surabaya dan lebih bisa terus-menerus untuk diingat bahwa pemerintah kita itu per hari ini cuman bisa lemes dan longor," imbuhnya.

Septia menyebut ada 11 tuntutan yang disuarakan massa dalam aksi demonstrasi hari ini. Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelemahan rupiah, hingga harga bahan pokok dan BBM yang terus merangkak.

"Mereka (pemerintah) tidak pernah mengevaluasi diri bagaimana kebijakan MBG, Kopdes Merah Putih tidak benar-benar menyentuh akar permasalahan yang dialami masyarakat," imbuh Septia.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore