Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 03.49 WIB

Sepekan Berlalu, Dinkes Surabaya Belum Terima Hasil Lab Insiden Keracunan MBG

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dokter Billy Daniel Messakh mengungkap kondisi terkini korban keracunan massal di Sidodadi. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dokter Billy Daniel Messakh mengungkap kondisi terkini korban keracunan massal di Sidodadi. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, belum juga menerima hasil laboratorium dari sampel makanan program MBG, yang diduga menjadi pemicu keracunan massal, baru-baru ini. 

"Belum, harusnya sekarang (hari ini keluar hasil lab sampel MBG)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dokter Billy Daniel Messakh ketika dihubungi JawaPos.com pada Senin (18/5). 

Sebagai informasi, setidaknya ada 210 siswa berbagai sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Kecamatan Bubutan, Surabaya yang mengalami keracunan setelah menyantap makanan program MBG pada Senin pagi (11/5). 

Korban dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya. Adapun menu MBG yang dimakan korban berasal dari satu dapur yang sama, yakni SPPG Tembok Dukuh di Kecamatan Bubutan, Surabaya. 

Mayoritas korban keracunan mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga diare. Adapun menu MBG hari itu adalah nasi putih, lauk daging krengsengan, tahu goreng, tumis sayur, dan potongan jeruk.

Dokter Billy tidak ingin berspekulasi terkait penyebab keracunan. Pihaknya tetap menunggu hasil lab sampel makanan, yang tengah diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLABKESMAS) Surabaya.

“Masih menunggu hasilnya ya, (diuji) di laboratorium Kemenkes (Kementerian Kesehatan) daerah Karang Menjangan. Hasilnya lima sampai tujuh hari (sejak sampel diserahkan),” pungkas dokter Billy.

Klarifikasi SPPG Tembok Dukuh, Klaim Olah Makanan Sesuai Prosedur

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan yang diduga terjadi setelah ratusan korban menyantap menu MBG dari dapurnya. 

"Kami mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang terdampak, kepada siswa dan guru yang keracunan makanan kita. Dari kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan," ujar Chafi. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore