
Menteri HAM RI, Natalius Pigai mengkritik 1 dapur SPPG di Surabaya melayani 13 sekolah itu berlebihan dan tak wajar, Rabu (13/5). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai menyoroti pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Surabaya, usai terjadi insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagai informasi, ratusan siswa dan sejumlah guru tingkat TK, SD, dan SMP mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG yang didistribusikan oleh satu dapur yang sama, yakni SPPG Tembok Dukuh.
Setiap harinya, dapur MBG yang berada di Jalan Demak Madya, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya ini memproduksi lebih dari tiga ribu paket makan yang dibagikan ke 13 sekolah sekitar.
Menteri HAM Pigai menilai kapasitas satu dapur melayani 13 sekolah itu terlalu berlebihan, sehingga pengelola berisiko tidak cermat, kurang teliti, tidak cekatan, dan tidak disiplin dalam mengontrol kualitas makanan.
Baca Juga:KPK: Ada Upaya Pihak Eksternal untuk Hambat Penyidikan Korupsi di Ditjen Bea Cukai Kemenkeu
"Saya pikir, 1 dapur mengelola 13 sekolah itu terlalu banyak, sehingga dalam manajemen pengelolaannya, ya amatir, tidak profesional," tuturnya setelah meninjau korban keracunan MBG di RSIA IBI Surabaya, Rabu (13/5).
Menurut Pigai, satu SPPG seharusnya tidak mengelola lebih dari 3.500 paket MBG. Untuk kota-kota besar, seperti Surabaya, Jakarta, dan Medan, kapasitas perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan
Pigai menyebut jumlah ideal sekolah untuk satu SPPG sudah diatur dalam petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN). Standarnya berbeda antara daerah 3T dan wilayah metropolis seperti Surabaya, Jakarta.
"Maaf ya, Kota Surabaya itu mungkin satu sekolah saja sudah ribuan anak. Jadi saya pikir satu SPPG dibebani 13 sekolah itu tidak wajar, terlalu banyak. Oleh karena itu harus ditinjau ulang," tegas Pigai.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri HAM menegaskan bahwa program MBG yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto, sejatinya memiliki tujuan positif, yakni menekan angka stunting dengan pemenuhan gizi anak.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
