
Sebanyak 7 siswa korban keracunan makanan program MBG di Surabaya masih dirawat di Rumah Sakit. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kasus dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya memicu keprihatinan serius. Hingga Selasa (12/5), 7 siswa korban keracunan masih menjalani perawatan intensif setelah mengalami mual, muntah, hingga diare usai menyantap menu MBG dari dapur SPPG Tembok Dukuh.
Total korban mencapai 124 siswa dari sembilan sekolah, sementara operasional dapur MBG kini dihentikan sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium makanan.
Sebagai informasi, insiden ratusan siswa mengalami keracunan usai menyantap makanan program MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh pada Senin (11/5) kemarin.
Rata-rata korban mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga diare. Mereka dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh dan Rumah Sakit Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (RSIA IBI) Surabaya.
"Total tujuh orang (yang masih dirawat inap). Semua rata-rata mual, muntah, mencret. Kita menunggu hasil (observasi) dokter anak (untuk memulangkan korban)," tutur Dirut RSIA IBI Surabaya, dokter Ramli Tarigan.
Sebagian korban dugaan keracunan dilaporkan mulai menunjukkan kondisi membaik. Ramli mengatakan pihaknya sudah menjenguk lima pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Dari hasil pemantauan, tiga anak disebut sudah pulih dan tidak lagi mengalami gejala. Namun, dua pasien lainnya masih mengeluhkan keluhan tertentu sehingga perlu menjalani observasi lanjutan.
Ramli menegaskan keputusan terkait pasien boleh pulang atau tetap dirawat sepenuhnya berada di tangan dokter spesialis anak. Saat ini tim medis masih memantau perkembangan kondisi seluruh pasien.
"Alhamdulillah sekarang (kondisi korban keracunan MBG) membaik, tetapi (keputusan) untuk memulangkan ataupun juga merawat inap itu nanti hak dokter yang memang spesialis anak," imbuhnya.
Ramli menyebut akibat insiden keracunan MBG kemarin, setidaknya ada sekitar 124 orang siswa dari 9 sekolah yang dilarikan ke RSIA IBI Surabaya karena mengalami gejala mual dan muntah.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
