
Kuasa hukum Mantan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko meminta pembatalan dakwaan dalam sidang eksepsi terbaru di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Sidang perkara dugaan korupsi yang menyeret Mantan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, masih berlanjut di Pengadilan Tipikor Surabaya. Dalam persidangan terbaru, kuasa hukum meminta pembatalan dakwaan.
Permohonan itu disampaikan dengan alasan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dinilai keliru. Tim kuasa hukum menyebut terdapat kesalahan sasaran atau error in persona dalam penetapan terdakwa.
Kuasa hukum, Indra Priangkasa menilai dakwaan terkait dugaan suap dan gratifikasi tidak disusun secara cermat. Ia menyebut ada enam poin keberatan yang diajukan dalam eksepsi tersebut di hadapan majelis hakim.
Salah satu dasar keberatan adalah uraian dakwaan yang dianggap tidak tepat, seperti soal perpanjangan jabatan direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo yang disebut berawal dari komunikasi pihak lain, bukan Sugiri Sancoko.
Pihak lain yang dimaksud kuasa hukum adalah Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, Yunus Mahatma, dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Agus Pramono.
"Sedangkan Pak Giri (Sugiri Sancoko) tidak tahu soal itu, sehingga kita berani (ajukan eksepsi) terkait perpanjangan jabatan dan pemberian sejumlah uang itu. Mensreanya ada di dua orang itu, Yunus dan Agus," imbuhnya.
Kuasa hukum juga keberatan atas dakwaan yang dinilai tidak lengkap terkait gratifikasi, konstruksi perbuatan yang kabur, hubungan jabatan dengan perbuatan yang tidak jelas, serta uraian peran dan kesalahan terdakwa.
Baca Juga:Klasemen Liga Inggris: Arsenal Masih di Puncak, Manchester City Tipiskan Jarak Jadi 3 Poin
"Karena dakwaan dinyatakan kabur atau tidak jelas atau salah sasaran, maka dakwaan itu juga harus batal demi hukum, terdakwa harus keluar dari tahanan serta harus dikembalikan harkat dan martabatnya," pungkas Indra.
Kronologi singkat
KPK menetapkan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, sebagai tersangka kasus dugaan suap yang mencakup tiga peristiwa, usai menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat, 7 November 2026.
Selain Sugiri, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka, yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono, Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo Yunus Mahatma, dan pihak swasta Sucipto.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
