
Ilustrasi rusunami khusus Gen Z yang akan dibangun Pemerintah Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membangun rumah susun sederhana milik (Rusunami) khusus bagi generasi Z di tiga lokasi strategis, yakni Tambak Wedi, Ngagel, dan Rungkut.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan program ini hadir sebagai solusi hunian layak bagi pasangan muda alias Gen Z yang baru menikah, di tengah keterbatasan lahan serta melambungnya harga properti.
Rusunami Gen Z menawarkan konsep baru rumah susun, di mana setiap unit dilengkapi dua kamar tidur untuk mendukung kenyamanan pasangan muda. Konsep ini berbeda dari rusun standar satu kamar.
Baca Juga:Sinopsis The Hunger Games (2012): Anak-Anak Harus Dikorbankan demi Hiburan Masyarakat Kelas Atas
“Konsep 2 kamar ini kami siapkan agar penghuni tetap nyaman. Kami ingin memastikan generasi muda tidak hanya memiliki tempat tinggal, tetapi juga hunian yang layak dan mendukung kualitas hidup keluarga,” ucapnya, Senin (6/4).
Meskipun harga hunian masih belum final atau dalam perhitungan, Pemkot Surabaya menargetkan harga Rusunami Gen Z lebih terjangkau dibanding apartemen komersial, dengan harga di bawah Rp 500 juta.
Beberapa unit bahkan diproyeksikan mulai Rp100 - 200 juta, menyesuaikan tipe dan lokasi. Dengan skema ini, pasangan Gen Z diharapkan bisa memiliki hunian layak, tanpa membebani keuangan.
Menurut Wali Kota Eri, program ini menjadi kelanjutan kebijakan sosial Pemkot, termasuk ‘Satu Keluarga Satu Sarjana’, memastikan generasi muda mendapat dukungan hingga membangun keluarga dan kehidupan mandiri.
“Kami ingin lulusan dari keluarga kurang mampu yang sudah menempuh pendidikan tinggi memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup, termasuk memiliki hunian atau tempat tinggal sendiri,” lanjutnya.
Untuk menekan harga unit, pembangunan rusunami akan memanfaatkan aset lahan milik Pemkot Surabaya. Skema kepemilikan yang diterapkan berupa hak guna bangunan (HGB) di atas hak pengelolaan lahan (HPL).
Dengan begitu, masyarakat dapat memiliki unit hunian, sementara lahan tetap menjadi milik pemerintah. “Dengan skema ini, harga bisa lebih terjangkau tanpa mengurangi kepastian hukum kepemilikan bagi masyarakat,” tegas Eri.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
