
Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur Rofik menegaskan pihaknya tengah menyelidiki kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan warga Kelurahan Sidodadi, Simokerto. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan warga Jalan Sidodadi Kapasan Gang 10, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya.
Berdasarkan dugaan awal, insiden ini terjadi setelah warga kampung tersebut mengonsumsi makanan berkat dari acara tahlilan tujuh hari wafatnya salah satu warga setempat pada Selasa malam (31/3).
Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur Rofik membenarkan adanya insiden dugaan keracunan massal di Sidodadi. Sehari setelah acara tahlilan, beberapa warga dilaporkan mengalami lemas hingga mual.
"Dari hasil keterangn yang kita himpun dari RT dan RW, (insiden) itu bermula ada warga yang hajatan tujuh harian, besoknya hari rabu ada yang merasa sakit mual, lalu sabtu ini ada laporan," ucap Kompol Zainur, Minggu (5/3).
Ia mengatakan warga yang menghadiri tahlilan ada sekitar 70 orang. Tetapi, yang mengalami keracunan diduga sekitar 26 orang. Dari jumlah tersebut, 4 warga dirawat inap dan 18 warga rawat jalan.
Empat warga diduga korban keracunan yang rawat inap, di antaranya 2 orang di dirawat ke RSUD Soewandhie, 1 orang dibawa keluarganya ke RS PHC, dan satu orang dibawa ke RS Al Irsyad.
"Kurang lebih yang hadir 70-an. (Semuanya warga kawasan kampung Sidodadi, ya?) Benar warga sekitar dan satu tinggal di Keputih, informasinya masih keluarga dengan yang punya hajat," imbuhnya.
Pihak kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan. Hasil keterangan warga, mereka yang keracunan adalah mereka yang makan nasi berkatan dibawa pulang.
Sementara, yang makan di tempat tidak mengalami apa-apa. Hal ini disampaikan Ketua RT 1 RW 7 Sidodadi, Arif. Sehari setelah malam tahlilan, ia mendapat laporan 2-3 warga mengalami mual setelah menyantap nasi berkat.
Kondisi itu disadari semakin serius ketika jumlah korban bertambah pada Sabtu (4/4) siang. "Rabu paginya yang saya tahu awalnya 2 - 3 orang, lalu bertambah jadi lebih dari 20 orang," ucap Arif.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
