Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Maret 2026, 20.55 WIB

Hari Ini 19 Maret 2026, Kemenag Jatim Gelar Rukyatul Hilal 1 Syawal di 28 Titik

Ilustrasi petugas melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal). (Dokumentasi JawaPos.com) - Image

Ilustrasi petugas melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal). (Dokumentasi JawaPos.com)

JawaPos.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur akan melaksanakan rukyatul hilal di 28 titik, untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis sore (19/3).

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, mengatakan bahwa kegiatan rukyatul hilal merupakan bagian dari pelayanan keagamaan negara kepada umat Islam.

Rukyatul hilal ini adalah upaya ilmiah sekaligus syar’i dalam menentukan awal Syawal. Kami memastikan pelaksanaannya berjalan profesional dengan melibatkan para ahli falak,” tutur Sruji dalam keterangannya, Kamis (19/3).

Berdasarkan data Tim Kemasjidan dan Hisab Rukyat Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, pengamanan hilal dilakukan sejak matahari terbenam hingga beberapa saat setelahnya di 28 titik strategis.

Hasil rukyat dari tiap lokasi kemudian dihimpun menjadi laporan tingkat daerah, lalu disampaikan secara berjenjang sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penetapan 1 Syawal oleh Kementerian Agama RI.

Adapun 28 titik pemantauan rukyatul hilal 1 Syawal di Jawa Timur, di antaranya di Kota Blitar, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Tuban, Kabupaten Madiun, Kabupaten Jombang.

Kemudian Kabupaten Lamongan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Jember, Kabupaten Sampang, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Malang, Kabupaten Bondowoso, Kabupatan Mojokerto, Kota Mojokerto.

Lalu di Kabupaten Sumenep, Kabupaten Gresik, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Kediri, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Bojonegoro.

"Lokasi pengamatan dipilih selektif dengan mempertimbangkan kondisi ufuk barat yang terbuka, kualitas atmosfer, dan minimnya polusi cahaya. Titik-titik tersebut mencakup gedung bertingkat, pantai, perbukitan, pelabuhan, hingga area pondok pesantren," imbuhnya.

Lebih lanjut, Sruji menuturkan bahwa faktor cuaca seperti mendung dan awal tebal, serta keterbatasan titik yang layak dan akses yang sulit, menjadi tantangan dalam pelaksanaan rukyatul hilal.

“Kendati demikian, kami tetap optimistis pelaksanaan berjalan lancar, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasilnya akan segera dilaporkan sebagai bagian dari bahan Sidang Isbat di tingkat pusat,” tegas Sruji.

Mengacu pada kriteria imkanur rukyat MABIMS, hilal dinyatakan memenuhi kriteria imkanur rukyat apabila memiliki tinggi hilal mar’i minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat saat matahari terbenam.

Elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari berpengaruh signifikan terhadap kemungkinan terlihatnya hilal. Semakin besar elongasi, semakin besar peluang hilal dapat teramati. 

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore