
Aksi demonstrasi memeringati Hari Perempuan Internasional 2026 di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (9/3). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret bukan hanya sekadar hari perayaan. Tapi juga momentum bagi perempuan untuk menyuarakan perjuangan.
Hari ini, Senin (9/3), dalam rangka IWD 2026, ratusan massa dari komunitas perempuan, LBH, mahasiswa, dan kelompok masyarakat lainnya, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Pantauan JawaPos.com, massa aksi tiba di lokasi aksi sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka membawa berbagai poster dan spanduk berisi tuntutan, sambil bergantian melakukan orasi di atas mimbar.
Koordinator lapangan aksi, Syska La Veggie, mengatakan ada 23 tuntutan yang disuarakan dalam aksi IWD 2026 di Surabaya. Mereka menyoroti kekerasan dan diskriminasi perempuan hingga hak asasi manusia.
Baca Juga:Peringati IWD 2026, Ratusan Massa Gelar Aksi di Grahadi Surabaya: Tubuh Perempuan Bukan Komoditas!
"23 tuntutan yang tadi sudah dibacakan, dan ini sebuah kesepakatan bersama dalam waktu singkat dalam rangkaian hari perempuan internasional," ucap Syska kepada JawaPos.com di lokasi aksi, Senin (9/3).
Ia menjelaskan, 23 tuntutan tersebut lahir dari keresahan beragam kelompok. Misalnya kelompok mahasiswa yang mendesak reformasi satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPKPT).
"Mulai dari pencegahan, penanganan kasus hingga pemulihan bagi korban secara tuntas, sehingga Satgas PPKPT diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi korban kekerasan," imbuhnya.
Massa aksi juga menuntut dihentikannya berbagai bentuk diskriminasi, kekerasan, represivitas, intimidasi, kriminalisasi.
Juga pembungkaman kebebasan berpendapat serta berekspresi yang masih dialami perempuan dan kelompok rentan di ruang publik maupun digital.
Baca Juga:Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Olahraga, Komnas Perempuan Siap Kolaborasi dengan Kemenpora
Syska mengungkapkan bahwa tuntutan-tuntutan yang disuarakan tidak hanya berkaitan dengan isu perempuan, tetapi juga mencakup keresahan-keresehana yang dialami kelompok masyarakat lainnya, tanpa terkecuali.
“Harapannya tuntutan ini paling nggak didengarkan, karena ini bukan hanya soal teriak-teriak saja turun ke jalan. Bagaimana pun, keresahan ini mewakili banyak kelompok, tidak hanya perempuan,” pungkas Syska.
Aksi sempat diguyur gerimis. Namun, rintik-rintik tak menyurutkan massa untuk menyuarakan aspirasi.
Mereka tetap berdiri tegak, mengenakan payung sambil memegang poster, dan silih berganti melakukan orasi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
