Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Maret 2026, 06.27 WIB

Babak Baru Kasus Nenek Elina, Tersangka Samuel CS Resmi Dilimpahkan ke Kejari Surabaya

Kasus pengusiran dan perobohan rumah Nenek Elina memasuki babak baru. Samuel Cs resmi dilimpahkan ke Kejari Surabaya untuk proses hukum lebih lanjut. - Image

Kasus pengusiran dan perobohan rumah Nenek Elina memasuki babak baru. Samuel Cs resmi dilimpahkan ke Kejari Surabaya untuk proses hukum lebih lanjut.

JawaPos.com - Perkara pengusiran dan pengrusakan rumah Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, kini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Kasus ini sempat ramai diperbincangkan publik dan viral di media sosial.

Kasi Pidum Kejari Surabaya, Ida Bagus Putu Widnyana, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap 2) perkara tersebut dari penyidik Polda Jawa Timur.

"Pada Jumat (27/2), tersangka atas nama Samuel Ardi Kristanto, Mohammad Yasin, dan Sugeng Yulianto oleh Penyidik Polda Jatim dilimpahkan ke JPU pada Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Surabaya," ucapnya, Minggu (1/3).

Kejari Surabaya menjerat pasal berbeda untuk masing-masing tersangka. Terhadap Samuel Ardi Kristanto disangkakan Pasal 262 Ayat (1) KUHP Atau Pasal 525 KUHP Jo. Pasal 20 huruf (d) KUHP Atau Pasal 521 Ayat (1) KUHP Jo. Pasal 20 huruf (d) KUHP.

Sementara tersangka Mohammad Yasin dan Sugeng Yulianto disangkakan dengan Pasal 262 Ayat (1) KUHP tentang tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang atau barang (pengeroyokan).

"Kasus ini sempat viral di media sosial karena para tersangka ini melakukan pengusiran dan pengrusakan rumah milik Nenek Elina Widjajanti di Kecamatan Sambikerep, Surabaya," imbuh Ida Bagus.

Kronologi singkat
Kisah Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, yang diusir secara paksa oleh ormas dari rumahnya yang berada di Jalan Dukuh Kuwuhan 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, tengah menyita perhatian publik.

Kasus bermula saat sekelompok laki-laki tinggi tiba-tiba mendatangi rumah Nenek Elina pada 6 Agustus 2025. Mereka meminta Elina dan keluarga untuk pergi karena rumah itu diklaim sudah dibeli oleh seseorang bernama Samuel.

Namun, Nenek Elina enggan pergi karena merasa tidak menjual rumah. Alih-alih pergi, sekelompok ormas justru mengusir Nenek Elina secara paksa. Momen pengusiran terekam kamera dan viral di media sosial.

"Ini rumahnya saya, bukan rumahnya orang. Ini rumahnya siapa? Ini rumahnya saya? Mana suratnya? Saya kan sudah tunjukkan surat (rumah) saya," protes Nenek Elina, sebelum akhirnya dipaksa keluar dari rumahnya.

Kemudian pada 9 Agustus 2025, bangunan rumah Nenek Elina disegel menggunakan kayu dan besi, yang membuat pihak keluarga tak bisa masuk. Tak lama, rumah tersebut dirobohkan menggunakan alat berat eskavator.

Atas peristiwa yang dialaminya, Nenek Elina membuat laporan ke SPKT Mapolda Jatim pada Rabu, 29 Oktober 2025. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore