Ilustrasi gorengan tempe menjadi salah satu menu yang wajib ada saat buka puasa. (Sasa Inti).
JawaPos.com - Menjelang Ramadhan, dapur-dapur rumah tangga di Surabaya mulai sibuk. Bukan hanya menyiapkan sahur, tetapi juga memikirkan takjil, menu pembuka yang selalu dinanti saat azan magrib berkumandang.
Di tengah dominasi gorengan seperti bakwan dan tahu isi, tempe tetap menjadi primadona: sederhana, terjangkau, dan akrab di lidah keluarga Indonesia.
Namun, sebagian ibu rumah tangga mengaku ingin menghadirkan variasi yang tidak itu-itu saja. Tempe goreng tipis yang biasa disajikan sering kali terasa monoton.
Tantangannya adalah bagaimana membuat olahan sederhana ini tampil lebih menarik tanpa menambah kerepotan di dapur.
Fenomena ini terlihat dalam kegiatan kuliner bertajuk 'Dapur Tempe Kriwang' yang digelar di Parkir Timur Plaza Surabaya pada 14 Februari 2026. Acara tersebut menghadirkan 250 kilogram olahan tempe goreng dengan konsep krispi, gurih, dan bercita rasa bawang yang kuat.
Kegiatan ini melibatkan komunitas ibu-ibu lokal yang bersama-sama mengolah tempe dalam skala besar untuk dibagikan kepada masyarakat.
Dalam tradisi berbuka, takjil bukan sekadar camilan. Ia menjadi simbol perhatian dan kebersamaan keluarga. Ada kebahagiaan tersendiri ketika hidangan yang disiapkan sejak sore hari habis tak tersisa.
Sementara 'Piring kosong' kerap dimaknai sebagai tanda masakan diterima dengan baik.
Secara kuliner, tekstur renyah menjadi salah satu kunci keberhasilan gorengan sebagai takjil. Suara kriuk saat digigit memberi sensasi tersendiri, sekaligus membangkitkan selera makan setelah seharian berpuasa.
Karena itu, teknik pengolahan, mulai dari ketebalan irisan tempe, suhu minyak, hingga komposisi adonan pelapis, berperan penting dalam menghasilkan gorengan yang tidak lembek dan tidak terlalu berminyak.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 108 anggota komunitas ibu (Key Opinion Moms) terlibat langsung memasak bersama figur kuliner lokal Abdul Latief yang dikenal sebagai 'Raja Gorengan' dan Chef Ignatius Loyola.
Selain praktik memasak, peserta juga diajak memahami standar kerenyahan ideal melalui instalasi bertema 'Krispi Room', yang menekankan pentingnya tekstur dalam sajian gorengan.
Secara umum, ada beberapa tips agar tempe goreng tetap renyah lebih lama saat disajikan sebagai takjil Ramadhan. Pertama, gunakan tempe yang masih segar, bertekstur padat dan tidak terlalu lembek.
Lalu iris tipis dan seragam agar matang merata dan pastikan minyak benar-benar panas sebelum menggoreng untuk menghindari hasil yang terlalu menyerap minyak.vTiriskan dengan rak kawat, bukan hanya kertas minyak, supaya uap panas tidak membuat gorengan lembap.
Bumbu siap pakai juga bisa menjadi solusi praktis bagi keluarga yang ingin lebih efisien. Namun, kunci utama tetap pada teknik memasak dan kualitas bahan.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
