
Antusiasme warga Kecamatan Bubutan, Surabaya berbelanja bahan pokok di Gerakan Pangan Murah, Jumat (13/2). (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pemkot Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai RW 1, Jalan Jepara III No. 1, Kecamatan Bubutan, Jumat (13/2).
Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan GPM adalah salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 1447 H (2026).
"Hari ini kami hadir di Kelurahan Jepara untuk menyediakan komoditas pangan yang harganya jauh lebih murah dari pasar. Fokus kami adalah komoditas yang sedang mengalami kenaikan, seperti telur dan cabai rawit,” ujar Antiek.
Ia menyebut pelaksanaan GPM ini atas arahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk mempermudah masyarakat memperoleh pangan murah, khususnya komoditas yang harganya mulai naik di pasar.
Namun pada GPM kali ini, Antiek menyebut pihaknya melibatkan langsung hasil panen dari kelompok tani (poktan) dan program padat karya, untuk membantu menekan tingginya harga cabai di pasaran.
"Cabai merah harganya masih 'pedas'. Karena itu, kami membawa hasil panen masyarakat untuk mendukung GPM agar warga bisa mendapatkan harga tangan pertama dari petani," imbuhnya.
Dalam GPM kali ini, DKPP Kota Surabaya menyediakan 1.300 liter minyak goreng, 500 sak beras (terdiri dari 300 sak SPHP dan 200 sak premium), serta 500 kilogram gula pasir. Selain itu, tersedia pula 250 kilogram telur ayam hasil kolaborasi distributor dan program padat karya.
Untuk memastikan seluruh warga mendapatkan jatah yang merata, pihaknya membatasi pembelian, seperti, minyak goreng dibatasi maksimal 2 botol per orang, beras maksimal 2 sak, dan gula pasir sekitar 5-6 kilogram.
"Persediaan pangan di Surabaya sangat aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying hingga menimbun barang. Belanjalah dengan bijak sesuai kebutuhan," beber Antiek.
Pemkot Surabaya akan menggelar pasar murah serentak 25 Februari 2026. GPM juga akan dilaksanakan secara masif dari menjelang Ramadan hingga pasca Lebaran untuk menjaga inflasi Kota Surabaya tetap terkendali.
“Tentunya, kami akan terus melaksanakan Gerakan Pangan Murah ini untuk menekan inflasi dan mendekatkan kebutuhan pangan pada masyarakat, terutama menjelang puasa dan lebaran 2026 mendatang," serunya.
Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Bubutan, Rutinah, mengaku senang dengan adanya Gerakan Pangan Murah. Sebab, ia bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang jauh di bawah harga pasar.
“Sangat membantu, apalagi mau puasa begini. Biasanya saya beli cabai seperempat kilo harganya Rp 20 ribu, tapi di sini cuma Rp 10 ribu. Lumayan sekali untuk menghemat uang dapur,” ucap Rutinah. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
