Ilustrasi operasional di RPH Pegirian. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com–Meski memicu gelombang protes dari kalangan pedagang daging dan jagal, Pemkot Surabaya tetap akan merelokasi Rumah Potong Hewan (RPH) dari kawasan Pegirian ke Tambak Osowilangun.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Fikser mengatakan, Pemkot Surabaya telah menerima audiensi 10 perwakilan jagal peserta demonstrasi. Ia juga sudah mendengar penolakan relokasi RPH.
Namun, Fikser menyebut rencana relokasi RPH sudah disosialisasikan Pemkot Surabaya sejak 2016. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari rencana pembangunan Kota Surabaya dalam penataan kawasan wisata religi Ampel.
“Mereka minta untuk tidak dipindah, tetapi kami coba jelaskan bahwa program ini sudah sejak 2016 dan sudah direncanakan dalam rencana pembangunan kota, termasuk penataan kota di kawasan religi," ucap M. Fikser.
Meskipun ada penolakan dari para jagal dan pedagang daging, Pemkot Surabaya tetap mendengarkan aspirasi. Pendekatan-pendekatan juga akan dilakukan agar mendapat solusi yang saling menguntungkan.
"Isu-isu yang mereka sampaikan seperti jarak, kesiapan tempat, insya Allah kita dari pemerintah kota sudah siapkan untuk kendaraan pengangkut daging ketika disembelih, dan sebagainya,” imbuh M. Fikser.
Fikser memastikan keamanan dan kenyamanan para jagal ketika sudah dipindah ke RPH Osowilangun. Nanti, setiap jagal menerima tanda pengenal dan surat khusus agar aman ketika membawa alat untuk bekerja.
Bukan hanya itu, akan ada perubahan waktu operasional yang semula pukul 00.00 WIB dimajukan menjadi pukul 22.00 WIB, sehingga proses pemotongan hewan di RPH Osowilangun lebih cepat dari biasanya.
"Jadi pengiriman daging ke Pasar Arimbi juga lebih cepat dari sebelumnya. Kemarin kita rapat juga bahwa nanti ada semacam kolektif yang dilakukan untuk keplek (tanda pengenal) atau surat," papar Fikser.
Dia menyebut pemindahan jagal RPH Pegirian ke RPH Osowilangun akan tetap dilakukan. Sosialisasi dan pendekatan lebih lanjut kepada para jagal akan dilakukan pemkot sebelum Idul Fitri.
Rencananya, pemindahan jagal segera dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. “Jadi yang pindah ini adalah jagal ya, atau lebih tepatnya pemotongan hewan sapi. Sedangkan kalau pasar pegirian yang saat ini terkenal dengan pasar daging itu tetap di Jalan Arimbi,” tukas Fikser.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
