
Salah satu DPO gengster kampungan berinisial D (dua dari kanan) telah menyerahkan diri. Dia didampingi oleh orangtuanya dengan mendatangi Mapolres Gresik. (Ludry/JawaPos)
JawaPos.com - Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik terus memburu para pelaku yang terlibat aksi gengster kampungan di wilayah Kecamatan Dukun dan Panceng pada 4 Januari lalu. Ada 8 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, 5 di antaranya masih berstatus sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Terbaru, salah satu DPO berinisial D telah menyerahkan diri. Anggota gengster Gresik ini didampingi oleh orangtuanya dengan mendatangi Mapolres Gresik kemarin (11/1). "Kami berterima kasih kepada keluarga atas kerjasamanya. Kami juga berharap DPO lainnya untuk segera menyerahkan diri," ucap Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya.
Sejauh ini, ada 4 tersangka yang sudah diamankan petugas. Alumnus Akpol 2015 itu tidak segan untuk memberikan tindakan tegas kepada para DPO yang tidak koperatif. Termasuk, pihak lain yang mencoba melindungi dan membantu pelarian gengster kampungan itu.
"Kami akan kejar sampai dapat. Untuk memastikan Gresik aman dan bebas dari gangguan keamanan dan ketertiban," paparnya.
D sendiri terbukti melakukan pemukulan terhadap korban. Demikian halnya 4 DPO lainnya yang ikut melakukan pemukulan hingga menendang korban. Bahkan salah satunya di antaranya menyerang korban dengan senjata tajam jenis celurit. "Mohon waktu untuk proses penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.
Sebelumnya, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menjelaskan bahwa kekerasan yang menimpa 4 orang korban itu menyeret 8 orang tersangka. Aksi tersebut diinisiasi tersangka Yusrisfan Faharizi alias Somad, 26 tahun asal Kebomas. Dia dibekuk di wilayah Kabupaten Mojokerto. Petugas pun harus mengambil tindakan tegas terukur lantaran melakukan perlawanan. "Berperan sebagai provokator. Saat korban dianiaya, tersangka juga merampas handphone milik para korban," paparnya.
Alumnus Akpol 2006 itu juga telah memberikan sanksi wajib lapor kepada 5 anak di bawah umur. Mereka hanya ikut serta dalam aksi konvoi, namun tidak terlibat dalam aksi penganiayaan. "Menjadi perhatian bagi orang tua agar membatasi aktivitas putra-putrinya pada malam hari," tandasnya.
Somad sendiri mengaku menyesali perbuatannya. Bahkan, dia sempat berdalih tidak sengaja menggasak handphone saat para korban sedang tak berdaya. "Reflek saja, mumpung ada kesempatan," ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022