Dewan Pengupahan Jatim unsur Serikat buruh mengusulkan UMP 2026 naik Rp 900 Ribu menjadi Rp 3.218.344,20. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com - Serikat pekerja dan pengusaha memberikan respon berbeda menyikapi penetapan UMK Gresik 2026. Sesuai SK Gubernur nomor 100.3.3.1/937/013/2025, UMK Kota naik 5,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Yakni menjadi Rp 5.195.401.
Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Gresik, Syafi’uddin, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan win-win solution. Baik bagi kelompok pekerja dan pengusaha.
Pasalnya, jauh sebelum ditetapkan, sudah ada pembahasan bersama dewan pengupahan yang difasilitasi Disnaker Gresik. "Penghitungan dengan berbagai variabel indikator. Sehingga kami anggap pantas dan wajar," ungkap Udin, panggilan akrabnya.
Pihaknya justru memiliki fokus pada realisasi di lapangan. Sebab, keputusan UMK kerap tidak dipatuhi oleh para perusahaan. "Masih banyak perusahaan yang tidak menerapkan sistem pengupahan yang baik. Bahkan jauh di bawah UMK. Ini yang perlu diperjuangkan,"
Pihaknya berharap kalangan eksekutif maupun legislatif memberikan perhatian khusus pada perusahaan yang bandel. Dengan rajin turun ke lapangan dan menyerap aspirasi kelompok pekerja. "Banyak permasalahan ketenagakerjaan yang harus diselesaikan. Salah satunya perihal serapan tenaga kerja bagi masyarakat lokal," ungkapnya.
Terpisah, Ketua Bidang Advokasi Apindo Gresik, Ichwansyah, mengaku bahwa pihaknya belum menentukan sikap. Mengingat banyak perusahaan yang masih menerapkan libur Nataru. "Namun sudah pasti ada dampak yang timbul bagi perusahaan dari kenaikan UMP, UMK, hingga UMSK," jelasnya.
Dampak yang paling nyata yakni terjadinya peningkatan biaya operasional hingga penyesuaian anggaran. Khususnya, pada sektor usaha yang menyerap banyak tenaga kerja. "Sebagian perusahaan mungkin memilih untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual dan mulai berinvestasi pada teknologi dan automatisasi," jelasnya.
Hal tersebut dikhawatirkan memicu pengurangan tenaga kerja. Tujuannya tentu untuk menekan biaya. "Sehingga bisa mempengaruhi stabilitas harga barang dan jasa," pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
