Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Agustus 2026 | 08.32 WIB

Bakal Bertarung dengan Sesama Kiai Jatim untuk Kursi Ketum PBNU, Gus Salam Ingin Persaingan Sehat

Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam selaku Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang (kanan), dan Kiai Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin selaku Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (kiri). (Istimewa) - Image

Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam selaku Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang (kanan), dan Kiai Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin selaku Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (kiri). (Istimewa)

JawaPos.com - Perebutan kursi Ketua Umum PBNU akan menyakitkan pertarungan sengit. Dua ulama terkemuka Jawa Timur telah melakukan deklarasi pencalonan.

Kedua ulama ini adalah Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam selaku Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, dan Kiai Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin selaku Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Gus Salam menyatakan menyambut baik deklarasi yang dilakukan Gus Kikin. Dia siap menghadapi Persaingan sehat dalam Muktamar ke-35 NU pada akhir Agustus 2026 mendatang.

“Saya menyambut baik deklarasi para kandidat caketum PBNU, termasuk yang dari Jawa Timur, Gus Kikin. Kita berlomba kecakapan secara sehat untuk mendapatkan kepercayaan peserta muktamar, baik dari PWNU, PCNU maupun PCI NU,” kata Gus Salam, Sabtu (8/8).

Gus Salam menyatakan akan fokus pada dukungan para sesepuh NU dan pesantren. Dukungan dari mereka diyakini bisa membawa kemenangan.

“Yang terpenting bagi saya, restu dan do’a dari sesepuh NU dan Pesantren. Karena, ruh dan penjaga jam’iyyah Nahdlatul Ulama adalah beliau-beliau; memiliki sanad ideologis dan keilmuan serta keteladan dari muassis dan pendahulu NU,” sambungnya.

Lebih lanjut, Gus Salam mengingatkan Muktamar harus berjalan adil dan transparan. Dengan begitu, bisa menghasilkan pemimpin terbaik. 

“Dalam muktamar nanti harus fair, terbuka dan kader-kader terbaik NU berpeluang sama untuk dipilih. Karena, start abad kedua NU harus dengan landasan mekanisme yang baik dan jauh dari intervensi pihak diluar NU yang membahayakan masa depan dan kepribadian jam’iyyah,” tambahnya.

Di sisi lain, Gus Salam menyakini bisa memenangkan persaingan. Pasalnya dia sudah lama mendapat dukungan dari kalangan NU dan pesantren untuk maju menjadi orang nomor satu di PBNU.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore