
Potret bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Bangunan baru ponpes tersebut akan dibangun di lahan seluas 4.100 meter persegi. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Usai tragedi yang merenggut puluhan nyawa santri pada Senin (29/9) lalu, gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo akan dibangun ulang dalam waktu dekat.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Dewi Chomistriana saat meninjau lahan yang direncanakan menjadi lokasi gedung baru Ponpes Al Khoziny, Kamis (13/11).
"Sekarang ini kita sedang siapkan DED atau detail engineering design-nya, mudah-mudahan bisa segera disetujui dan di-approve. Harapannya mulai akhir tahun ini kita bisa laksanakan (pembangunan ulang)," tutur Dewi.
Sebagai informasi, bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/10) sekitar pukul 15.35 WIB, saat para santri sedang menunaikan salat Asar berjamaah.
Akibatnya, sebanyak 167 santri menjadi korban dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny. Dari ratusan korban tersebut, 104 korban selamat dan 63 korban meninggal dunia.
Lokasi yang direncanakan berjarak sekitar 1,4 kilometer dari bangunan lama Ponpes Al Khoziny yang ambruk, tepatnya di Jalan Siwalanpanji II, Buduran, Sidoarjo, dan masih berupa lahan kosong.
"Total luas (lahannya) 4.100 meter persegi, sesuai dengan ketersediaan lahan yang disiapkan oleh yayasan. Jadi ini kami sedang berproses untuk menyelesaikan administrasi tanahnya," imbuhnya.
Setelah disepakati detail engineering design, Dewi mengatakan Kementerian PU akan membangun tiang pancang sebagai pondasi. Penggunaannya akan menyesuaikan kondisi lahan yang merupakan bekas persawahan.
“Jadi nanti tiang pancangnya harus seberapa dalam, karena ini kan (bekas) persawahan, ya. Kalau sawah biasanya lembek tanahnya, itu pasti kita butuh engineering tersendiri,” ucap Dewi.
Terkait pemilihan lokasi baru, Dewi mengatakan langkah tersebut dilakukan karena lokasi lama dinilai kurang memadai, terutama dari segi akses yang terbatas. Hal ini menyulitkan penanganan apabila terjadi keadaan darurat.
"Kita bisa lihat di sana aksesnya sangat terbatas, alat berat sulit (masuk). Sementara di sini, kita lihat aksesnya mudah, dekat jalan raya, cukup lebar jalannya, jadi kami kira pemindahan ini jalan terbaik," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022