
Satu Lagi Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Teridentifikasi, 13 Kantong Jenazah Masih Belum Dikenali. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Tim Disaster Victim Identifiction (DVI) Polda Jawa Timur kembali mengumumkan update hasil identifikasi jenazah korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Sabtu (11/10).
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan bahwa hari ini, sebanyak 1 korban berhasil teridentifikasi dari 1 kantong jenazah.
"Hari ini, Sabru, 11 Oktober 2025, Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 1 kantong jenazah, yang match dengan delapan nomor AM (ante morterm)," ujarnya, Sabtu (11/10).
Adapun satu kantong jenazah yang telah teridentifikasi itu atas nama Muhammad Ridwan Sahari. Ia merupakan santri laki-laki berusia 14 tahun, dengan alamat Bendul Merisi Jaya Timur nomor 17 RT 2/ RW 12, Wonocolo, Surabaya.
"Kantong jenazah dengan nomor postmortem RSPB 059, berhasil teridentifikasi melalui DNA dan medis gigi. Cocok dengan nomor antemortem 056 sebagai saudara Muhammad Ridwan Sahari," imbuhnya.
Khusnan menerangkan proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem (AM) dari keluarga dengan postmortem (PM) korban yang dikumpulkan Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
"Sampai dengan hari ini tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 51 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya," terang Khusnan.
Dari 67 kantong jenazah tersebut, 8 kantong jenazah berisi body part. Dengan teridentifikasinya satu korban, lanjut Kombes Pol Khusnan, maka kini tersisa 13 kantong jenazah yang belum teridentifikasi.
"Perlu kami sampaikan teman-teman, saat ini operasi DVI masih berjalan dengan melakukan pendalaman nomor AM dan PM. Untuk kantong jenazah saat ini, yang belum teridentifikasi ada 13," tukasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 body part.
Hingga kini, proses identifikasi jenazah korban masih dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara. Dari puluhan korban meninggal dunia, 51 orang berhasil teridentifikasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022