Direktur RSUD Notopuro Sidoarjo Atok Irawan. (Istimewa)
JawaPos.com-Satu persatu pasien korban selamat dalam tragedi ambruknya bangunan Musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, yang dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo, sudah dipulangkan.
Direktur RSUD Notopuro Atok Irawan mengatakan pihanya saat ini hanya merawat Syahlendra Haical, santri muda berusia 13 tahun, yang harus menjalani amputasi kaki kiri akibat infeksi serius.
"Kita merawat pasien, tinggal Haical saja. Yang amputasi kan tiga orang, ada Haical, Nur Ahmad, dan Rosi, yang dua sudah pulang," tutur dokter Atok di RSUD Notopuro, Sidoarjo pada Jumat (10/10).
Sebelumnya, momen dramatis saat Tim SAR gabungan mengevakuasi Haical beredar luas di media sosial. Ia berhasil diselematkan setelah 48 jam bertahan di balik reruntuhan bangunan yang gelap dan penuh debu, Rabu (1/10).
Nahas, satu orang temannya yang berada di dekat Haical, yakni Rafi Catur Okta Mulya, santri berusia 17 tahun asal Putat Jaya, Kota Surabaya tidak tertolong.
Haical langsung dibawa ke RSUD Notopuro. Ia lalu menjalani operasi amputasi pada Sabtu dini hari (4/10). Kini, kondisi santri asal Probolinggo itu mulai membaik, serta dalam perawatan intensif di ruang HCU (High Care Unit).
"Atas permintaan keluarga, Haikal sempat ditempatkan di ruang HCU untuk meminimalkan gangguan dari tamu yang datang dan menjaga stabilitas emosional pasien. Alhamdulillah kondisinya stabil," imbuhnya.
Lebih lanjut, Atok mengatakan bahwa perawatan medis Haical sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Ini berlaku untuk semua pasien korban Ponpes Al Khoziny yang dirawat di RSUD.
Sementara bagi korban yang dirawat di rumah sakit rujukan swasta, seperti RS Siti Hajar dan RS Delta Surya, biaya medis ditanggung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kronologi singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Suara teriakan dan rintihan minta tolong terdengar jelas sore itu.
Data terakhir pasca operasi SAR ditutup pada Selasa (7/10), korban dalam tragedi ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
